Wahai Ayah, Ibu, para wali Santri..
Mungkin sebentar lagi hari-harimu terasa sepi, rumahmu menjadi hening tanpa canda dan tawa anakmu. Hatimu menahan rindu saat melihat kamarnya yang kosong, tanganmu tak lagi cape mencuci, menjemur dan melipat pakaiannya. Lisanmu tak lagi kelu dengan nesehat, teguran dan teriakan kepadanya.
Namun ketahuilah…
Engkau sedang mengorbankan rasa rindu, kebersamaan dan kasih sayang demi masa depan yang bercahaya.
Anakmu sedang belajar menjadi pribadi dewasa, mandiri dan bertanggung jawab. Anakmu sedang menjemput warisan para nabi : ilmu yang akan membimbing dirinya, keluarga dan umat manusia menuju ridho Ilahi.
Rasulullah shalllallahu ‘alaihi wa salam bersabda :
من سلك طريقا يلتمس فيه علما، سهل الله له به طريقا إلى الجنة
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim 2699)
Maka, bersabarlah…
Setiap air mata rindu yang engkau teteskan, adalah pahala besar di sisi Allah.
Setiap doa yang engkau panjatkan, adalah benteng pelindung anakmu di tanah perantauan dunia pesantren.
Jangan putus mendoakannya :
“Yaa Allah, jadikan anakku penuntut ilmu yang ikhlas, cahaya bagi agama, dan penyejuk mata kami di dunia dan akhirat.”
Yakinlah…
Perpisahan ini hanya sebentar,sementara dan akan berakhir pada saat waktunya telah tiba.
Ketahuilah doamu akan menjadi sayap kesuksesannya. Dan kelak, engkau akan bangga melihatnya kembali membawa cahaya ilmu, akhlak mulia, membawa manfaat dunia dan akhirat.
***
Sidayu Gresik : Detik-detik serah terima santri di Masjid Jami’ Ponpes Al-Furqon : 10 Muharram 1447 H / 6 Juli 2025
Penulis : Ustadz Abu Idris Albarnawy
Artikel : Meciangi.or.id






