Bagaimana jika seseorang bersumpah dan dia melangar sumpahnya, dan di waktu yang bersamaan dia bersumpah dan melangar sumpahnya lagi.
Bagaimana hukumnya Ustadz? (Hendy dari Singkawang, Kalimantan Barat).
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه أجمعين وبعد
Seorang muslim wajib menjaga sumpah nya dan tidak menjadikan nya sebagai mainan. Allah Ta’ala berfirman :
وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ
Artinya : “Dan jagalah sumpah sumpah kalian.” [QS. Al Maidah 89].
Dan berdusta dalam sumpah termasuk dosa besar. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
ثلاثة لا يكلمهم الله ولا ينظر إليهم يوم القيامة ولا يزكيهم ولهم عذاب أليم أشيمط زان وعائل مستكبر ورجل جعل الله بضاعته لا يشتري إلا بيمينه ولا يبيع إلا بيمينه
“Terdapat tiga golongan yang tidak Allah ajak bicara, tidak dilihat oleh Allah pada hari kiamat, dan juga tidak Allah sucikan, bagi mereka adzab yang pedih.
– orang tua tapi malah berzina
– orang yang miskin tapi sombong
– orang-orang yang menjadikan Allah sebagai barang dagangannya, tidaklah dia menjual atau membeli kecuali dengan bersumpah”. (HR. Thabrani dalam mu’jam shoghir 821 dan Baihaqi dalam syu’abul iman 4852 dan sanadnya shohih).
Akan tetapi jika dusta dalam sumpah ini untuk maslahat syar’i maka menjadi perkara yang diperbolehkan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
ليسَ الكَذَّابُ الذي يُصْلِحُ بيْنَ النَّاسِ، فَيَنْمِي خَيْرًا، أوْ يقولُ خَيْرًا.
“Bukanlah disebut pendusta orang yang menyelesaikan perselisihan diantara manusia lalu dia menyampaikan hal hal yang baik (dari satu pihak yang bertikai) atau dia berkata, hal hal yang baik.” (HR. Bukhari 2692).
Syeikh Bin Baz rahimahullah berkata :
لو رأى إنسانا يريد أن يقتل شخصا ظلما أو يظلمه في شيء آخر، فقال له: والله إنه أخي، حتى يخلصه من هذا الظالم إذا كان يريد قتله بغير حق أو ضربه بغير حق، وهو يعلم أنه إذا قال: أخي، تركه احتراما له، وجب عليه مثل هذا لمصلحة تخليص أخيه من الظلم.
“Seandainya dia melihat ada seseorang ingin membunuh orang lain secara dzalim atau dia ingin berbuat dzalim kepadanya dalam hal yang lainnya, kemudian dia berkata: demi Allah dia ini saudara ku, supaya orang ini selamat dari kedzalimannya, jika dia ingin membunuhnya atau ingin memukulnya secara batil, dan dia dengan sadar jika dia mengatakan bahwa dia adalah saudara ku akan menyelamatkan nya karena orang itu menghormatinya maka dia wajib dalam kondisi seperti ini menyelamatkannya.
والمقصود: أن الأصل في الأيمان الكاذبة المنع والتحريم، إلا إذا ترتب عليها مصلحة كبرى أعظم من الكذب.
“Maksudnya adalah hukum asal sumpah dusta adalah terlarang dan haram kecuali jika ada maslahat yang lebih besar dari dusta itu.” (Lihat fatawa bin Baz 1/54).
Kemudian hukum membatalkan sumpah ada 5 macam, bisa : (1) haram, (2) sunnah, (3) mubah, (4) makruh dan (5) haram.
Dan sumpah yang haram adalah sumpah dusta secara sengaja, sumpah untuk melakukan kemaksiatan dan sumpah untuk meninggalkan perkara yang wajib.
Sedangkan membatalkan sumpah yang haram adalah membatalkan sumpah untuk mengerjakan sesuatu yang wajib atau meninggalkan yang haram.” (Lihat Al Iqna’ 4/330).
***
Polres Tuban, 14 Rabiul akhir 1446 H/18 Oktober 2024 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






