Bagian 1.
Merdeka dengan Tauhid
Allah berfirman (yang artinya), “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati untuk menetapi kesabaran.” (al-‘Ashr : 1-3)
Hal ini memberikan pelajaran berharga kepada kita bahwa waktu, kesehatan, dan nikmat yang Allah berikan adalah ujian bagi manusia. Ujian untuk melihat siapakah diantara manusia yang benar-benar beriman kepada Allah dan tunduk kepada rasul-Nya. Siapakah diantara mereka yang jujur keimanannya, yang mau bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya, dan siapakah yang justru kufur, ujub, dan menyalahgunakan nikmat dalam kedurhakaan dan pembangkangan kepada-Nya.
Allah berfirman (yang artinya), “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja dalam keadaan tidak diberikan ujian? Sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka maka Allah benar-benar akan mengetahui siapakah orang-orang yang jujur dan siapakah orang-orang yang dusta.” (al-‘Ankabut : 2-3)
Syaikh as-Sa’di rahimahullah di dalam tafsirnya menjelaskan, bahwa diantara bentuk ujian yang Allah berikan kepada manusia itu adalah berupa kesenangan dan musibah, kesulitan dan kemudahan, semangat dan keterpaksaan, kekayaan dan kemiskinan, bahkan termasuk dalam bentuk ujian itu adalah berkuasanya musuh menindas/menjajah mereka atau pertarungan melawan musuh dengan ucapan dan perbuatan. Dan inti dari segala bentuk ujian/fitnah itu adalah berupa syubhat/kerancuan dan syahwat/kesenangan nafsu yang terlarang. Fitnah syubhat merusak akidah sementara fitnah syahwat merusak niat (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 626)
Silakan baca artikel selengkapnya di sini [klik]
Bagian 2.
Menggali Makna Syukur
Dengan kata lain, amal adalah buah dari syukur kepada Allah. Hal itu sebagaimana firman Allah (yang artinya), “Beramallah kalian, wahai keluarga Dawud, sebagai bentuk syukur.” (Saba’ : 13). Artinya menggunakan anggota badan -dalam bentuk ucapan dan amalan- untuk menaati Allah Sang pemberi nikmat adalah bentuk syukur kepada-Nya (lihat kitab al-Lubab fi Tafsir Basmalah wal Isti’adzah wa Fatihatil Kitab, hlm. 217 karya Dr. Sulaiman al-Lahim)
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah memberikan keterangan serupa. Beliau mengatakan, “Syukur adalah menunaikan ketaatan kepada Sang pemberi nikmat dengan pengakuan dari dalam hati -bahwa nikmat datang dari Allah- disertai pujian dengan lisan, dan ketaatan dengan segenap anggota badan.” (lihat Tafsir Surat Luqman, hlm. 74)
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Adapun syukur, ia adalah menunaikan ketaatan kepada-Nya dan mendekatkan diri kepada-Nya dengan berbagai hal yang dicintai-Nya baik yang bersifat lahir maupun batin.” (lihat al-Fawa’id, hlm. 193 penerbit ar-Rusyd)
Bagian 3.
Ujian dan Keimanan
Saudaraku yang dirahmati Allah, terkadang kita mengira bahwa ujian itu buruk bagi kita. Padahal di balik ujian-ujian Allah menghendaki kemudahan dan keselamatan bagi kita. Betapa sering kita menyukai sesuatu padahal itu buruk bagi kita, dan betapa sering kita membenci sesuatu padahal sejatinya hal itu bagus dan bermanfaat untuk kita. Allah maha mengetahui dan kita tidak mengetahui apa-apa. Karena itulah seorang hamba menundukkan akal dan perasaannya kepada wahyu dan ajaran Allah. Allah yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi makhluk ciptaan-Nya.
Bukankah orang-orang yang paling berat cobaannya di muka bumi ini adalah para nabi. Bukankah kaum terberat ujiannya setelah mereka adalah para ulama. Bukankah setiap orang akan diberi ujian sesuai dengan kadar keimanannya; semakin kuat imannya semakin besar pula cobaan yang harus dihadapi olehnya. Anda mungkin hari ini merasakan letihnya beramal, tetapi anda tidak mengetahui betapa indah dan lezat kenikmatan yang Allah siapkan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa; sebuah kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, belum terdengar oleh telinga, dan belum terbersit dalam hati anak manusia.
***
Repost, Grand Sahara – Purwodadi – Sidayu – Gresik : 11 Shofar 1446 H / 5 Agustus 2024
Penulis : Ustadz Ari Wahyudi, S.Si
Artikel : Al-mubarok.com






