Maaf Ustadz ijin bertanya :
1. Hadist apa yang menjelaskan bahwasanya saat sedang haid seorang wanita harus menyuci kotorannya
2. Apakah yang terjadi jika seorang wanita tidak mencuci darah haidnya
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه أجمعين وبعد
Wanita tidak wajib mencuci darahnya ketika sedang haid, akan tetapi mencuci baju haid nya setelah suci.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Khoulah radhiyallahu anha mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam seraya bertanya :
يا رسولَ اللَّهِ إنَّهُ ليسَ لي إلَّا ثوبٌ واحدٌ وأنا أحيضُ فيهِ فَكيفَ أصنَعُ؟
“Wahai Rasulullah, saya tidak punya baju kecuali satu ini saja dan saya sedang haid, apa yang harus saya lakukan?”
Beliau bersabda :
إذا طَهرتِ فاغسليهِ، ثمَّ صلِّي فيهِ
“Jika kamu sudah suci maka cucilah, kemudian pakailah sholat.”
Maka Khoulah menimpali :
فإن لم يخرجِ الدَّمُ؟
“Jika dicuci tidak keluar darahnya?”
Beliau menjawab :
يَكفيكِ غسلُ الدَّمِ ولا يضرُّكِ أثرُهُ
“Cukup cuci darahnya, dan bekas nya tidak masalah.” (HR. Abu Dawud 365 dan dishahihkan Albani).
Dan jika wanita tidak mencuci darah haidnya dan langsung membuang popoknya juga tidak mengapa.
Karena dzahirnya para sahabat wanita zaman itu langsung membuang popok mereka ke sumur dan lain-lain.
Dan salah satu kebiasaan mereka membuang popok haid ke sumur Bidho’ah.
Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu anhu berkata :
قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَتَوَضَّأُ مِنْ بِئْرِ بُضَاعَةَ وَهِيَ بِئْرٌ يُلْقَى فِيهَا الْحِيَضُ وَلُحُومُ الْكِلَابِ وَالنَّتْنُ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لا يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ “
“Dikatakan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apakah kami boleh berwudhu dengan air sumur Bidho’ah? Padahal sumur itu tempat buangan popok haid, daging anjing dan barang busuk.”
Maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab :
“Air banyak itu suci tidak najis dengan apapun.” (HR. Tirmidzi 61 dan dishahihkan imam Ahmad, yahya bin main, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Taimiyah dll).
***
Sidayu, Sabtu 6 Shofar 1446 H/10 Agustus 2024 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






