Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

7 Syarat Laa Ilaaha Illallah

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
11 Juli 2025
in AQIDAH
Reading Time: 4 mins read
0
Home AQIDAH

Bismillah, alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wa ba’du.

RELATED POST

Sihir dan Macam-Macamnya

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

Banyak orang yang mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah tapi mereka tidak mengetahui maknanya, syaratnya apalagi rukun-rukunnya, tidak terkecuali bagi para aktivis dakwah yang katanya merindukan tegaknya syariat Islam di dunia khususnya di Indonesia. Tapi setelah melihat realita di lapangan, hampir semua dari mereka tidak tahu perkara-perkara pokok ini.

Yang seharusnya dilakukan adalah belajar tauhid dulu, memahami rukun-rukunnya, syarat-syaratnya, mengamalkan kandungan maknanya, memenuhi hak-haknya, bukan cuma sekedar diucapkan tanpa mengetahui maknanya.

Berikut ini adalah syarat laa ilaaha illallah yang harus kita fahami dan amalkan dalam setiap tarikan nafas kita.

،قال وهب بن منبه كما في البخاري : ((لكل مفتاح أسنان، ومفتاح الجنة لا إله الا الله))، وقال غيره أسنان المفتاح هي الشروط فإن جئت بمفتاح له أسنان فتح لك، وإلا لم يفتح لك

:وشروطها سبعة، مجموعة في قول الشاعر

.علم يقين وإخلاص وصدقك مع محبة وانقياد والقبول لها

الأول : العلم المنافي للجهل، أي العلم بما دلت عليه من النفي والإثبات، قال تعالى : «إِلَّا مَن شَهِدَ بِٱلْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ»، وقال فَٱعْلَمْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ»

وقد كان كفار قريش يعرفون معناها وأنها تنفي الألوهية عما سواه، فلما طولبوا بقولها قالوا : «أَجَعَلَ ٱلْـَٔالِهَةَ إِلَـٰهًۭا وَٰحِدًا ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَشَىْءٌ عُجَابٌۭ

«..الثاني : اليقين المنافي للشك، قال تعالى : «إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا

الثالث : الإخلاص المنافي للشرك، قال تعالى : «وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ…»، وقال : «وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ

.الرابع : الصدق المنافي للكذب

الخامس : محبة الله سبحانه، قال تعالى : «فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍۢ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ…»، وفي الصحيحين من حديث أنس مرفوعا ((ثلاث من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان…))، ومنها : ((أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما))

السادس : والانقياد المنافي للتمرد، قال تعالى : «فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ حَرَجًۭا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًۭا»، وقوله : «إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ

«السابع : القبول المنافي للرد، قال تعالى : «وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍۢ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمْرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وقد بسطنا القول على هذه الشروط السبعة من الكتاب والسنة في غير هذا الموضوع

.وهذه الشروط السبعة لا يشترط على كل مسلم أن يحفظها، بل يكفيه العمل بها وإن لم يكن حافظا لها

“Berkata Wahab bin Munabbih sebagaimana dalam hadits Al-Bukhari : ((Semua kunci memiliki gigi (gerigi) dan kunci surga adalah laa ilaaha illallah)). Berkata yang selainnya : gerignya kunci adalah syarat-syaratnya, jika kamu datang dengan kunci yang memiliki gerigi, pasti akan dibukakan untukmu (pintu surga), apabila tidak maka tidak akan dibukakan untukmu.

Syarat-syarat laa ilaaha illallah ada tujuh, terkumpul dalam ucapan penyair :

Ilmu, yakin, ikhlas, kamu membenarkannya disertai rasa cinta, tunduk dan menerimanya.

Yang pertama : Ilmu yang menafikan kebodohan, yaitu ilmu tentang apa yang menunjukkan pada (dua rukun) yaitu nafi dan isbat, Allah Ta’ala berfirman : «Artinya : “Akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa’at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya)».

Allah Ta’ala berfirman : «Artinya : “Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) yang benar selain Allah..“»

Sungguh orang-orang kafir Quraisy dahulu, mereka mengetahui makna laa ilaaha illallah dan laa ilaaha illallah, itu menafikan uluhiyyah dari selain-Nya. Tatkala mereka diminta untuk mengucapkan laa ilaaha illallah mereka mengatakan : «Artinya : “Mengapa ia (Muhammad) menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan.”»

Yang kedua : Keyakinan yang menafikan keraguan, Allah Ta’ala berfirman : «Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu.“»

Yang ketiga : Ikhlas yang menafikan kesyirikan, Allah Ta’ala berfirman : «Artinya : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.”», Allah berfirman : «Artinya : “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”»

Yang keempat : Kejujuran yang menafikan kedustaan.

Yang kelima : Cinta kepada Allah Subhaanah : Allah Ta’ala berfirman : «Artinya : “Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.”»,

Dalam shohihain dari hadits Anas secara marfu’ : ((Ada tiga hal, barangsiapa yang tiga hal itu ada padanya maka dia akan merasakan manisnya iman..)), dan diantaranya ((Bahwasannya ia akan menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai dari selainnya…)).

Yang keenam : Ketundukan yang menafikan penentangan, Allah Ta’ala berfirman : »Artinya : “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.“», dan Allah berfirman : «Artinya : “Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh..”»

Yang ketujuh : Menerima yang menafikan penolakan, Allah Ta’ala berfirman : «Artinya : “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka…”»

Dan sungguh kami telah menerangkan perkataan tersebut dengan tujuh syarat-syarat ini dari al-Kitab dan as-Sunnah pada selain tempat ini.

Dan syarat-syarat yang tujuh ini, tidak dipersyaratkan bagi setiap muslim untuk menghafalnya, bahkan cukup baginya untuk mengamalkannya meskipun ia belum menghafalnya.” (Tuhfatul Muriid Syarh Al-Qoulil Mufiid, hal : 7-10. Maktabah Al-Irsyaad).

Inilah syarat-syarat laa ilaaha illallah yang wajib diamalkan oleh setiap muslim, bukan sekedar mengucapkannya ribuan kali tanpa mengetahui apa maknanya.

Semoga bermanfaat.

***

Repost, Gresik : 13 Jumadil Awwal / 15 November 2024

Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com
ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Sihir dan Macam-Macamnya
AQIDAH

Sihir dan Macam-Macamnya

15 April 2026
Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan
AQIDAH

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

19 Februari 2026
Bersumpah Dengan Nama Selain Allah
AQIDAH

Bersumpah Dengan Nama Selain Allah

11 Januari 2026
Hukuman Bagi Tukang Sihir
AQIDAH

Hukuman Bagi Tukang Sihir

8 Desember 2025
Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)
AQIDAH

Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)

4 November 2025
Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi
AQIDAH

Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi

6 November 2025
Next Post
Sulam Alis

Sulam Alis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp