Bismillah.
Wazan ifta’ala punya banyak makna. Sebagaimana ada banyak sekali kata kerja di bahasa arab. Namun yang paling umumnya :
1- Makna Muthowa’ah
atau fi’il yang maknanya “akibat dari…”.
Untuk memudahkan maka saya coba mulai dengan contoh ucapan dalam bahasa Indonesia: Saya mengkhususkan dia, maka dia menjadi khusus. Atau dalam bahasa arab: خَصَّصْتُهُ فَاخَتَصَّ. Di sini ada fi’il dengan wazan ifta’ala yaitu ikhtashsho. Kata ikhtashsho ini adalah akibat atau efek dari perbuatan sebelumnya, yaitu “mengkhususkan” atau khoshsho, wazan fa”ala (فَعَّلَ). Saya mengkhususkan dia, maka diapun (keadaannya) menjadi khusus. Atau contoh lainnya:
- Saya mendekatkan dia, diapun menjadi dekat (قرّبته فاقترب).
- Saya meluruskan maka diapun (keadaannya) menjadi lurus (عدّلته فاعتدل).
- Saya menyempurnakan dia, maka diapun (keadaannya) menjadi sempurna (سوّيته فاستوى).
- Saya mentengahkan dia, maka diapun (keadaannya) menjadi tengah (نصّفته فانتصـف).
- Saya mengumpukan dia, maka dia pun (keadaannya) kumpul (جمّعته فاجتمع).
- Saya bajukan dia, maka diapun (keadaannya) berbaju ( كسّوته فاكتسى).
- Saya lempar dia, maka diapun (keadaannya) terlempar (رمّيته فارتمى).
- Saya pindahkan dia, maka diapun (keadaannya) pindah (نقّلته فانتقل).
2- Makna Mengambil (الاتخاذ )
Maksudnya adalah: subjek (dari fi’il dengan wazan ifta’ala) mengambil suatu sifat dari bentuk wazan فَعَلَ nya. Contoh kalimat :
- Mukmin mengambil petuah (اتّعَظَ المُؤْمِنُ) makna kalimat ini adalah (اتََّخَذَ عِظَةً).
- sang Zahid berjenggot (الْتَحَى الزَاهِدُ) makna kalimat ini adalah (اتّخَذَ لَهُ لِحْيَةً)
- Kata lainnya yang bermakna sama adalah: احْتَكَم , احْتَرَفَ , اخْتَتَمَ , امْتَطَى ,ارْتَشَى ,اقْتَدَى , احْتَجَبَ , اخْتَدَمَ , افْتَرَشَ, امْتَهَنَ , احْتَرَسَ , اشْتَوَى , اكْتَالَ , اخْتَبَزَ . Dan ada hadits: “إنَّ اللهَ يُحِبُّ العَبْدَ المحْترف“
3- Makna Musyarokah
Contoh:
- اخْتَصَمَ = saling berdebat
- اخْتَلَفَ = saling berbeda
- اقْتَتَلَ = saling membunuh
- اصْطَحَبَ = saling menemani
- اجْتَمَعَ = saling berkumpul
- اتَّفَقَ = saling bersepakat
- اصْطَلَحَ = saling memperbaiki
- اصْطَدَمَ = saling menghantam
- اقْتَسَمَ = saling membagi
4- Makna Mubalaghoh
- اختبر = mengkabarkan (ada rasa penekanan)
- امتلك = memiliki (ada rasa lebih)
- التهم = mengilhamkan
- احتار = heran (ada makna lebih dalam)
- اقتلع = melepas / mencabut (lebih kuat)
- التحق = mengikuti (dengan lebih intensif) = mendaftar
- اقتنع = memaksakan jiwa supaya merasa cukup (lebih dari sekedar qona’ah)
- افتقر = membutuhkan (lebih dari sekedar butuh karena hajat)
- اغتنى = merasa cukup (tapi dipaksakan)
- ادّخر = menyimpan
- اقتصد = memaksudkan (dengan effort lebih banyak)
- ابتدع = membuat inovasi (ada sisi letih)
- اصطبر = mensabarkan diri (bukan sekedar jiwa sudah sabar)
- اقتدر = menghadirkan agar mampu (bukan sekedar sudah bisa)
- افتخر = menghadirkan agar merasa bangga itu muncul (bukan sekedar bangga yang landai)
- ارتحل = bepergian (bukan sekedar jalan-jalan santai)
- امتدح = memberikan pujian (dengan upaya riil agar target menjadi terkesan)
- اخترق = membakar benda (bukan sekedar benda terbakar sendirinya)
- احتقر = meremehkan sesuatu, agar benda itu dikesankan remeh (bukan semata-mata benda itu sudah hina)
5- الإغناء عن المجرَّد
- التمس = mencari
- اعترف = mengakui
- استلم = menerima
- التبس = menjadi rancu / samar-samar
- ارتجل = berimprovisasi
- وفي الحديث : التمس ولو خاتماً من حديد
6- Menampakkan
- اعتذر= memperlihatkan bahwa dia punya pembelaan / alasan
- اعتظم= dia menunjukkan kebesarannya
- اكتنى= menunjuk-nunjukkan kuniyah
- اشتكـى= menunjukkan keluhan / aduannya
Bait dari ‘Antaroh: في حومة الوغى التي لا تشتكي — غمراتِها الأبطالُ غيرَ تغمغم (Di panasnya medan perang, yang para pejuang tidak mengeluh kecuali sebatas bergumam saja)
7- Menunjukkan Ada Pilihan
- اختار = memilih, memungut, menyeleksi, menyortir
- اصطفى = dia memilih (mengambil yang murni dari yang ada kotor)
قُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ وَسَلَـٰمٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ ٱلَّذِینَ ٱصۡطَفَىٰۤۗ ءَاۤللَّهُ خَیۡرٌ أَمَّا یُشۡرِكُونَ أَصۡطَفَى ٱلۡبَنَاتِ عَلَى ٱلۡبَنِینَ وَوَصَّىٰ بِهَاۤ إِبۡرَ ٰهِـۧمُ بَنِیهِ وَیَعۡقُوبُ یَـٰبَنِیَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصۡطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّینَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ - انتقى = memilih / memurnikan, menyuling, menjernihkan
8- Menunjukkan Kesungguhan / Keseriusan dan Permintaan Penuntutan
- اكتسب= Sungguh serius agar mendapat. Contoh: اكتسب المال arti: ia iktasab harta. Maksud maknanya: ia sungguh sungguh-sungguh/ serius untuk mendapat harta.
- اكتتبَ = Korespondensi , saling berbalas surat (tidak semata-mata menulis satu kali. Di sini ada makna tersembunyi berupa menuntut dirinya dan kesungguhan dalam menulis)
- اجتهدَ = bekerja, berusaha keras, bersusah-payah (lebih dari sekedar جُهْد / upaya)
Sumber: http://www.ahlalloghah.com/showthread.php?t=6618
***
Sidayu, Gresik : 4 Shofar 1445 H/20 Agustus 2023
Penulis : Ustadz Denny Juzaili
Artikel : Meciangi.or.id







Alhamdulillah…
Terima kasih sudah bikin pencerahan & nambah ilmu.
Semoga Allah SWT membalas dgn balasan yg lebih baik lagi.
Aamiiin yaa Robb….
Sama-sama. Semoga bermanfaat. Aamiin…