Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Faidah Nahwu

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
9 Agustus 2025
in BAHASA ARAB
Reading Time: 12 mins read
0
Home BAHASA ARAB

Dalam cabang ilmu bahasa arab ada yang namanya ilmu nahwu, yaitu ilmu yang mempelajari tentang grammar bahasa arab. Dan dalam pelajaran nahwu, kita dituntut untuk mengetahui kedudukan setiap kalimat, kenapa berharokat dommah, fathah, kasroh dan sukun.  Sekarang kita akan berbicara tentang macam-macam huruf Jar, yaitu huruf yang membuat kalimat menjadi kasroh (berbaris bawah) diantara sebagian huruf jar yaitu :

RELATED POST

Al-Kalaam (Bagian 2)

Al-Kalaam

  1. مِنْ       

  2. اِلَى    

  3. عَنْ           

  4. عَلَى

  5. فِي

  6. رُبَّ

  7. اَلْبَاءُ

  8. اَلْكَافُ

  9. اَللَّامُ

Huruf jar yg didunakan untuk sumpah yaitu :

10. وَ

11. بِ

12. تَ

PENJABARAN :

1.Huruf مِنْ (min) terbagi 2

  1. A. Huruf مِنْ لِلْاِبْتِدَاءِ (Huruf min yang menunjukan makna permulaan). Contoh firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ»

Artinya: “Dari masjidil harom.” (QS.Al-Isro’ : 1)

Maknanya, perjalanan isro mi’roj bermula dari masjidil harom, dalilnya adalah huruf مِنْ.

  1. B. Huruf مِنْ لِلتَّبْعِيْضِ (min yang bermakna sebagian). Contoh firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«وَ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ»

Artinya : “Sebagian mereka (para Nabi) ada yang Allah ajak bicara.” (QS.Al-Baqarah : 253)

Huruf مِنْ pada ayat diatas menunjukan makna sebagian. Maknanya sebagian Nabi saja yang Allah ajak bicara. Berkata Ibnu Katsir rahimahullah :

وقال ههنا «تلك الرسل فضلنا بعضهم على بعض و منهم من كام الله» يعني موسى ومحمدا صلى الله عليه وسلم، وكذلك آدم كما ورد به الحديث المروي في صحيح ابن حبان عن أبي ذر رضي الله عنه

Allah berfirman disini : Artinya : “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan Dia), maksudnya yaitu Nabi Musa dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan seperti itu juga Nabi Adam sebagaimana telah datang mengenai hal ini sebuah hadits yang diriwayatkan dalam shohih Ibnu Hibban dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu.” (Tafsiir Ibni Katsiir, 1/277).

Pada penjelasan Ibnu Katsir tentang ayat diatas, Nabi yang diajak bicara langsung oleh Allah Ta’ala itu hanya ada tiga orang Nabi saja, (1) Nabi Adam ‘alaihissalam, (2) Nabi Musa ‘alaihissalam, (3) Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihimussalam, selain ketiga Nabi ini tidak ada yhang Allah ajak bicara secara langsung. Itulah makna huruf «مِنْ» pada ayat «مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ».

2. Huruf اِلَى terbagi menjadi 2

      2. A. Huruf اِلَى لِلْاِنْتِهَاءِ (Huruf ila untuk menunjukkan makna penghabisan atau ujung) dan terkait dengan keterangan tempat. Contoh firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«اِلَى الْمَسْجِدِ الْعَقْصَى»

Artinya : “Ke masjidil aqsho.” (QS. Al-Isroo’ : 1)

Maknanya, isro mi’roj Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dimulai dari Masjidil Harom dan berakhir di Masjidil Aqsho untuk lingkup dunia. Dan huruf اِلَى diatas menunjukkan keterangan tempat yaitu Masjidil Aqsho.

      2. B. Huruf اِلَى لِلْاِنْتِهَاء (kedua huruf ila untuk menunjukkan makna penghabisan atau ujung) dan terkait dengan keterangan waktu. Firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«ثُمَّ اَتِمُّوْا الصِيَامَ اِلَى الَيْل»

Artinya : “Kemudian sepurnakanlah puasa itu sampai datang malam.” (QS.Al-Baqaroh : 187)

Maknanya, ayat ini berbicara tentang puasa yang di mulai dari terbit fajar, dan berakhir pada awal malam yaitu waktu maghrib. Sehingga huruf اِلَى disini menunjukan batas akhir puasa yaitu terbenamnya matahari. Dan ini menunjukkan keterangan waktu.

3. Huruf عَنْ terbagi menjadi 1

      3. A. Huruf عَنْ لِلتَّبْعِيْضِ (Huruf ‘an untuk menunjukan makna sebagian). Contoh :

ذَهَبْتُ عَنِ الْبِلَادِ

“Saya pergi ke sebagian negeri.”

Arti اَلْبِلَاد adalah negeri-negeri, tapi bisa bermakna sebagian negeri karena عَنِ bermakna sebagian

4. Huruf عَلَى لِلْاِسْتِعْلَاء (untuk menunjukan ketinggian), terbagi menjadi 2

      4. A. Yaitu حَقِيْقَةً (ketinggian secara hakikat). Contoh firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«اَلرَّحْمَانُ عَلَى الْعَرْشِى اسْتَوَى»

Artinya : “(yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di diatas Arsy.” (QS.Thooha : 5)

Kata عَلَى menunjukkan ketinggian. Jika  ketinggian berkaitan dengan Allah maka maknanya ketinggian yang hakiki, artinya benar-benar berada diatas ‘Arsy-Nya. Sehingga jangan kita kiyaskan atau palingkan maknanya tinggi ke makna lain seperti anggapan bahwa Allah ada dimana-mana, atau Allah ada di hati, bahkan kaum sufi mengatakan bahwa Allah menyatu dengan makhluk-Nya, waliyaadzubillah, karena jelas anggapan yang sangat keliru. Yang benar adalah Allah Yang Maha Tinggi bersemayam diatas ‘Arsy-Nya.

      4. B. Yaitu مَجَازًا (ketinggian secara kiyasan). Contoh firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍِ»

Artinya : “Para Rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian lainnya.” (QS.Al-Baqaroh : 253)

Kata عَلَى pada ayat diatas maknanya kiyasan, yaitu ketinggian derajat, bukan ketinggian yang sifatnya hakikat seperti ketinggian Allah diatas Arsy-Nya.

5. Huruf فِيْ (fii) terbagi 3

      5. A. Yaitu لِظَرْفِ الْمَكَانِ (untuk menunjukan keterangan tempat) Contoh firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«فِيْ اَدْنَى الْاَرْضِ»

Artinya : “Di bumi yg terendah”. (QS.Ar-Rum : 3)

Ayat diatas menjelaskan tentang telah dikalahkannya bangsa romawi di bumi yang terendah, dan huruf فِيْ pada ayat diatas menunjukkan keterangan tempat.

      5. B. Yaitu لِظَرْفِ الزَّمَانِ (untuk menunjukan keterangan waktu) Contoh firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ»

Artinya : “Dalam beberapa tahun lagi.” (QS.Ar-Rum : 3)

Ayat diatas menjelaskan tentang akan datang kemenangan bagi bangsa romawi dalam beberapa tahun lagi. Huruf فِيْ pada ayat diatas menunjukkan keterangan waktu.

      5. C. Yaitu لِلْاِسْتِعْلَاءِ (untuk menunjukan ketinggian). Contoh yaitu hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

اَيْنَ اللَّهُ؟

“Dimana Allah?”

فِيْ السَّمَاءِ

“Diatas langit.”

Huruf فِيْ pada hadits tersebut menunjukan makna diatas bukan di dalam. Banyak orang-orang dari kalangan ahli kalam mengatakan Allah di dalam langit. Untuk membantah anggapan mereka bahwa فِيْ pada hadits bermakna di dalam cukup dengan firman Allah yang mengisahkan tentang ucapan Fir’aun kepada tukang sihirnya yang beriman kepada Nabi Musa ‘alaihissalam. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

«وَ لَاُصِلِّبَنَّكُمْ فِي جُذُوْعِ النَّخْلِ»

Artinya : “Dan sungguh aku akan menyalib kamu semua pada pangkal pohon kurma.” (QS.Thooha : 71)

Huruf فِيْ pada ayat tersebut maknanya diatas pangkal pohon kurma, bukan di dalam pangkal pohon kurma. Karena itu, sangat janggal jika mengatakan Allah didalam langit sebagaimana ucapan mereka.

6. Huruf رُبَّ terbagi menjadi 2

      6. A. Yaitu لِلْكَثِيْرِ (untuk menunjukan makna banyak). Contoh hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْعُ وَ الْعَطَشُ

“Betapa banyak orang yang berpuasa, tidaklah yang dia dapatkan dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.”

Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

فَرُبَّ كَاسِيَةٍ فِيْ الدُّنْيَا عَارِيَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Betapa banyak wanita yang berpakaian di dunia, namun telanjang pada hari kiyamat.”

      6. B. Yaitu لِلتَّقْلِيْلِ (untuk menunjukkan makna sedikit) Contoh :

رُبَّ مَوْلُوْدٍ لَيْسَ لَهُ أَبٌ

“Jarang (sedikit) orang yang dilahirkan tanpa bapak.”

Untuk membedakan mana رُبَّ yang bermakna banyak atau sedikit, bisa dilihat pada hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kedua tergantung pada yang berbicara, apakah yang berbicara ingin memaknainya banyak atau sedikit.

Dan untuk huruf jar رُبَّ dia hanya memajrurkan isim dzohir dan isim yang nakiroh, walaupun boleh juga kadang masuk pada isim ma’rifah seperti dhomir.

7. Huruf ُاَلْبَاء terbagi 6

      7.A. Hurufِ بَاءُ الْاِسْتِعَانَة (huruf ba bermakna doa). Contoh firman Allah ‘Azza wa Jalla :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمِ

Artinya : “Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

Huruf ب pada lafadz basmallah diatas bermakna doa, atau tabarruk (meminta keberkahan kepada Allah). Kedua fungsinya untuk membatasi. Contoh :

بِسْمِ اللَّهِ اَكْتُبُ

“Hanya dengan nama Allah saya menulis.”

Maknanya, saya menulis bukan dengan nama selain Allah, tetapi menulis hanya dengan nama Allah. Dalam kalimat diatas ada makna pembatasan, dan yang memberikan makna pembatasan adalah تقديم المتعلق (dikedepankannya jar dan majrur yang seharusnya dibelakang) yakni huruf ب pada kata bismillah.

      7.B. Huruf بَاءُ السَبَبِيَّةِ (ba bermakna sebab). Contoh firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ»

Artinya : “Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”. (QS.An-Nahl : 32)

Huruf ب pada ayat «بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُون» bermakna sebab. Dan sisi lain yang lebih penting yang bisa kita ambil hikmahnya, seseorang itu masuk surga sebenarnya bukan cuma karena amalnya, tapi lebih karena sebab rahmat Allah Ta’ala.

      7. C. Huruf بَاءٌ لِلتَّعْوِيْضِ (ba bermakna pengganti). Contoh :

اِشْتَرَيْتُ هَذَا الْكِتَابَ بِدِرْهَمٍ

“Saya membeli kitab ini dengan uang dirham.”

      7.D. Huruf بَاءُ الْاِلْتِصَاقِ (ba bermakna nempel) terbagi 2 :

            1. Nempel secara hakikat. Contoh :

ضَرَبْتُ رَأْسِي بِيَدِي

“Saya memukul kepalaku dengan tanganku.”

Maknanya antara tangan dan kepala secara hakikat benar-benar bersentuhan langsung atau nempel.

            2. Nempel secara hukum :

مَرَرْتُ بِزَيْدٍ

“Saya berpapasan dengan Zaid.”

Maknanya bukan nempel secara hakikat seperti bersentuhan, tapi maknanya berpapasan.

      7. E. Huruf بَاءُ الظَرْفِيَّةِ اَلْمَكَنِيَّةِ (ba bermakna keterangan tempat). Contoh :

اِجْتَمَعْنَا بِالْمَنْزِلِ

“Kami berkumpul di rumah.”

      7. F. Huruf بَاءُ الْقَسَمِ (Huruf ba yang digunakan untuk bersumpah). Contoh :

«فَكَيْفَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَآءُوكَ يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّآ إِحْسَـٰنًۭا وَتَوْفِيقًا»

Artinya : “Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna.” (QS. an-Nisa’ : 62)

8. Huruf اَلْكَافُ (huruf kaf) terbagi 2

      8.A. Huruf اَلْكَافُ لِلتَّشْبِيْهِ (huruf ك untuk penyerupaan). Artinya untuk menyerupakan dua dzad yang berbeda. Contoh firman Allah :

«وَهِىَ تَجْرِى بِهِمْ فِى مَوْجٍۢ كَٱلْجِبَالِ»

Artinya : “Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung.” (QS.Hud : 42)

Allah memperumpamakan dua dzat yang berbeda yakni gelombang banjir Nabi Nuh pada waktu itu dan gunung. Seolah-olah gelombang itu seperti gunung. Huruf ك pada kalimat «كَٱلْجِبَالِ» untuk menyerupakan.

      8.B. Huruf اَلْكَافُ زَائِدٌ لِلتَّوْكِيْدِ (huruf ك tambahan untuk menguatkan). Contoh firman Allah :

«لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌۭ ۖ وَهُوَٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ»

Artinya : “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS.Asy-Syura : 11)

Huruf ك pada kalimat «كَمِثْلِهِ» fungsinya untuk menguatkan. Maknanya benar-benar tidak ada yang serupa dengan Allah. Jika huruf ك pada kalimat «كَمِثْلِهِ» dibuang, maka hal itu tidak akan merubah makna ayat karena arti huruf ك dan kata «مِثْلِ» artinya sama yaitu bermakna seperti atau semisal. Allah Ta’ala menambah satu huruf bukan tanpa makna, karena زيادة المباني تدلّ على زيادة المعاني (penambahan bentuk (lafal) menunjukkan penambahan makna). Allah ‘Azza wa Jalla menambah huruf كsebagai penguat untuk membantah orang-orang yang datang diakhir zaman seperti sekarang ini yang  menta’wil nama-nama dan sifat-sifat Allah Ta’ala seperti ahlut ta’thil atau orang-orang yang menyerupai mereka, bahwa Allah benar-benar tidak serupa dengan makhluk-Nya.

9. Huruf اَللَّامُ (huruf lam) terbagi menjadi 4

      9. A. Huruf اَللَّامُ لِلْمِلْكِ (huruf lam menunjukkan makna kepemilikan). Contoh firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«لِّلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ»

Artinya : “Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.” (QS.Al-Baqaroh : 284)

Huruf ل pada kata «لِّلَّهِ» menunjukkan makna kepemilikan, yaitu milik Allah segala apa yang ada di langit dan di bumi, termasuk kita.

      9. B. Huruf اَللَّامُ لِسِبْهِ الْمِلْكِ (huruf lam yang bermakna menyerupai kepemilikan). Contoh :

اَلْبَابُ لِلْبَيْتِ

“Pintu itu milik rumah.”

Rumah adalah bangunan utuh yang tersusun dari semua elemen-elemen penyusunnya, diantaranya adalah pintu, jendela, atap, dll. Dan pintu adalah milik rumah. Ini disebut menyerupai kepemilikan karena kepemilikan rumah terhadap pintu sifatnya nisbi alias tidak mutlak, sebab pemilik sejati rumah dan segala yang ada di dalamnya adalah manusia.

      9. C. Huruf اَللَّامُ للْإسْتِحْقَاقِ (huruf lam yang bermakna hak). Contoh firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ»

Artinya : “Segala puji hak Allah, Tuhan semesta alam.” (QS.Al-Fatihah : 1)

Contoh lain :

اَلْفَصَاحَةُ لِقُرَيْشٍ

“Kefasihan itu hak kaum quraisy”

      9. D. Huruf اَللَّامُ لِلتَّعْلِيْلِ (huruf lam yang menunjukkan makna sebab). Contoh firman Allah ‘Azza wa Jalla :

«لِإِيلَـٰفِ قُرَيْشٍ»

Artinya : “Karena sebab kebiasaan orang-orang Quraisy.” (QS.Quraisy : 1)

Contoh lainnya :

جِئْتُ لِاِكْرَامِكَ

“Saya datang karena sebab memuliakanmu.”

10. Huruf, وَ بَ تَ (huruf-huruf sumpah)

Sebagai contoh :

وَاللَّهِ, بِاللَّهِ, تَاللَّهِ

“Demi Allah, demi Allah, demi Allah.”

Arti tiga lafadz sumpah di atas sama yaitu demi Allah. Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman :

«ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ وَٱللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ»

Artinya : “Kemudian tiadalah fitnah mereka, kecuali mengatakan: “Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah.” (QS.Al-An’am : 23)

Kata «وَٱللَّهِ» adalah lafad sumpah dengan menggunakan huruf وَ. Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman :

«فَكَيْفَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌۢ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ ثُمَّ جَآءُوكَ يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّآ إِحْسَـٰنًۭا وَتَوْفِيقًا»

Artinya : “Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna.” (QS. an-Nisa’ : 62)

Kata «بِٱللَّهِ» adalah lafadz sumpah dengan menggunakan huruf بِ. Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman :

«قَالَ تَٱللَّهِ إِن كِدتَّ لَتُرْدِينِ»

Artinya : “Ia berkata (pula): “Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku.” (QS. As-Saffat : 56)

Kata «تَٱللَّهِ» adalah sumpah dengan menggunakan lafadz huruf تَ. Dan untuk pembahasan huruf jar sumpah ini, sudah dibahas pada tulisan sebelumnya.

Sebagai penutup, inilah sebagian makna huruf jar yang bisa kami tuliskan. Dan untuk lebih jelas, silahkan merujuk pada kitab-kitab nahwu lanjutan seperti kitab Mulakhos, Mu’jam Nahwu Shorof, Mu’jam Mufashol, kitab Jamiud Durus, Alfiyah Ibnu Malik dan lain sebagainya.

Mari kita terus mempelajari bahasa arab ini, agar pemahaman agama kita semakin kuat dan mantap. Kita memohon kepada Allah agar menjadikan tulisan ini ikhlas demi mengharap Wajah-Nya. Dan kita juga berdoa semoga Allah teguhkan hati kita dan kaki kita untuk tetap berjalan diatas agama dan manhaj salaf yang shohih ini. Baarakallahu fiikum. Semoga bermanfaat.

Wallahu a’lam

***

Repost, Purwodadi – Sidayu – Gresik : 9 Shofar 1446 H / 4 Agustus 2025

Penulis : Abu Dawud ad-Dompuwiyy

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Al-Kalaam (Bagian 2)
BAHASA ARAB

Al-Kalaam (Bagian 2)

25 September 2025
Al-Kalaam
BAHASA ARAB

Al-Kalaam

25 September 2025
Dua Pakar Nahwu Imam Al-Kisa’i dan Imam Asy-Syafi’i
BAHASA ARAB

Dua Pakar Nahwu Imam Al-Kisa’i dan Imam Asy-Syafi’i

4 Agustus 2025
Bapaknya Bahasa Arab
BAHASA ARAB

Bapaknya Bahasa Arab

24 Oktober 2024
Pentingnya Mempelajari Ilmu Nahwu
BAHASA ARAB

Pentingnya Mempelajari Ilmu Nahwu

3 Februari 2026
Makna Wazan Ifta’ala
BAHASA ARAB

Makna Wazan Ifta’ala

19 Februari 2024
Next Post
Dua Pakar Nahwu Imam Al-Kisa’i dan Imam Asy-Syafi’i

Dua Pakar Nahwu Imam Al-Kisa'i dan Imam Asy-Syafi'i

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp