Bismillah.
Alhamdulillah dengan taufik dari Allah semata, kita dapat kembali melanjutkan seri pembahasan tafsir ayat-ayat tauhid dari Kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad at-Tamimi rahimahullah.
Diantara ayat tentang tauhid ini dibawakan oleh penulis yaitu firman Allah :
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلاَّ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً
“Katakanlah; Kemarilah akan aku bacakan apa-apa yang diharamkan oleh Robb kalian kepada kalian; yaitu janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun…” (al-An’am : 151 – 153)
Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah menjelaskan maksud ayat ini :
أن لا تشركوا بالله شيئًا من خلقه، ولا تعدلوا به الأوثان والأصنام، ولا تعبدوا شيئًا سواه
“Yaitu janganlah kalian mempersekutukan dengan Allah sesuatu apapun dari makhluk-Nya. Jangan kalian membuat tandingan bagi-Nya berupa berhala atau pun patung sesembahan. Jangan kalian beribadah kepada siapa pun atau apa pun selain-Nya…” (lihat Tafsir ath-Thabari, dikutip dari situs quran.ksu.edu.sa [link])
Imam Ibnu Katsir rahimahullah membawakan riwayat dari Imam al-Hakim :
عن عبد الله بن خليفة قال : سمعت ابن عباس يقول : في الأنعام آيات محكمات هن أم الكتاب ، ثم قرأ : ( قل تعالوا أتل ما حرم ربكم عليكم ألا تشركوا به شيئا )
ثم قال : صحيح الإسناد ، ولم يخرجاه
“…Dari Abdullah bin Khalifah beliau berkata : Aku mendengar Ibnu Abbas berkata, ‘Di dalam surat al-An’am terdapat ayat-ayat muhkam/jelas dan tetap hukumnya; dan itu merupakan induk dari al-Kitab, kemudian beliau -Ibnu Abbas- membacakan ayat “Katakanlah; Kemarilah akan aku bacakan kepada kalian apa-apa yang diharamkan oleh Robb kalian kepada kalian; yaitu janganlah kalian mempersekutukan dengan-Nya sesuatu apapun.” Kemudian beliau -al-Hakim- mengatakan : Hadits ini sahih sanadnya dan tidak dikeluarkan riwayatnya di dalam Shahih Bukhari dan Muslim.” (lihat Tafsir Ibnu Katsir, dikutip dari situs quran.ksu.edu.sa [link])
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan :
فالتوحيد إخلاص العبادة لله وحده، والشرك صرف العبادة أو بعضها لغير الله من جن، أو إنس، أو ملائكة، أو أنبياء، أو أصنام، أو أشجار، أو أحجار، أو كواكب، أو غير ذلك
“…Tauhid adalah pemurnian ibadah kepada Allah semata, sedangkan syirik adalah memalingkan ibadah atau sebagian darinya kepada selain Allah; baik berupa jin, manusia, malaikat, atau nabi, patung, pohon, batu, bintang ataupun dalam bentuk-bentuk yang lain…” (lihat Transkrip Syarh Kitab Tauhid, dikutip dari situs resmi beliau [link])
Di dalam surat al-An’am ayat 151 hingga 153 ini Allah menyebutkan 10 wasiat agung yang diawali dengan wasiat untuk bertauhid; yaitu beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan sesembahan selain-Nya, kemudian diakhiri dengan wasiat untuk mengikuti jalan yang lurus (lihat penjelasan Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah dalam Ta’liq Mukhtashar Mubin ‘ala Qurrati ‘Uyun al-Muwahhidin, hal. 33. Pdf kitab bisa diunduh di sini [link])
Ayat yang dibawakan oleh penulis dalam bab ini menunjukkan bahwa tauhid merupakan kewajiban terbesar sedangkan syirik merupakan keharaman yang paling berat dan bentuk kemaksiatan kepada Allah yang paling parah. Selain itu ayat ini juga menunjukkan bahwa tauhid kepada Allah tidak akan terwujud kecuali dengan meninggalkan segala bentuk sesembahan selain-Nya.
Wallahu a’lam.
Anda bisa membaca seri terdahulu melalui tautan berikut [klik]
***
Repost : Purwodadi Sidayu Gresik : 13 Jumadil Awwal / 4 November 2025
Penulis : Ustadz Ari Wahyudi, S.Si
Artikel : Al-Mubarok.com






