Bismillah.
Al-Imam Al-Bukhari dan Al Imam Muslim membawakan riwayat tentang cerita yang menyentuh jiwa tentang seorang sahabat yang mulia bernama Usayd bin Hudhair. Kisah Menakjubkan tentang malaikat turun disaat beliau membaca Al-Qur’an
Pada suatu malam yang tenang di Madinah, seorang sahabat mulia bernama Usayd bin Hudhair sedang duduk di rumahnya.
Udara malam terasa sejuk, dan di hadapannya terikat seekor kuda yang menjadi hewan kesayangannya, sementara di sampingnya, anaknya yang kecil mungil tidur dengan damai dan nyenyak dalam gelapnya malam tersebut.
Dalam suasana hening itu, Usayd mulai membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan suara lembut dan penuh kekhusyukan.
Bacaan itu adalah lantunan dari surah Al-Baqarah, yang mengalun indah memenuhi alam sekitar dan ruangan rumahnya.
Namun tiba-tiba, kuda beliau bergerak resah, seolah merasakan sesuatu yang aneh dan diluar kebiasaan. Ia menendang-nendang tanah dan menarik talinya dengan kuat.
Usayd berhenti sejenak, kuda itu pun tenang.
Ketika ia melanjutkan bacaan, kuda itu kembali gelisah, kejadian itu berulang beberapa kali.Usayd Khawatir anaknya akan terinjak kuda, Usayd menghentikan bacaan dan mendongakan pandangannya ke arah langit.
Saat itulah ia menyaksikan pemandangan yang luar biasa. Tampak awan bercahaya yang turun dari langit, di dalamnya terdapat cahaya-cahaya kecil berkilau seperti lampu-lampu bintang yg indah cahayanya yang semakin lama semakin mendekat hingga hampir menyentuh bumi.
Usayd menatap kagum, lalu cahaya itu perlahan naik kembali ke langit hingga menghilang.
Keesokan paginya, ia menceritakan kejadian itu kepada Rasulullah ﷺ. Beliau tersenyum mendengarnya, lalu bersabda dengan penuh kasih :
تِلْكَ الْمَلَائِكَةُ دَنَتْ لِصَوْتِكَ، وَلَوْ قَرَأْتَ لَأَصْبَحَ النَّاسُ يَنْظُرُونَ إِلَيْهَا لَا تَتَوَارَى مِنْهُمْ.
“Wahai Usayd, itu adalah malaikat yang turun karena mendengarkan suaramu membaca Al-Qur’an.
Seandainya engkau terus membacanya, niscaya orang-orang akan melihat mereka pada pagi hari dan mereka tidak akan bisa bersembunyi dari pandangan manusia.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Pelajaran yang Indah nan penuh makna dari kisah menakjubkan tersebut :
1. Bacaan Al-Qur’an mengundang malaikat. Setiap rumah yang dibacakan Al-Qur’an akan dipenuhi ketenangan dan dijauhi dari gangguan setan.
2. Hati yang ikhlas akan memancarkan cahaya. Malaikat turun bukan karena suara yang indah, tetapi karena ketulusan hati yang mencintai kalam Allah.
3. Rumah yang dihidupkan dengan Al-Qur’an akan dijaga oleh Allah. Sebaliknya, rumah yang jarang dibacakan Al-Qur’an akan terasa gelap dan kosong dari keberkahan.
4. Tatkala di malam senyap sunyi dan sepi seorang hamba mulia seperti Usayd bin Hudhair membaca Al-Qur’an dengan hati yang tulus, langit pun terbuka menyambutnya. Malaikat turun membawa cahaya, mendengarkan bacaan itu dengan penuh cinta. Itulah keagungan Al-Qur’an kalam Allah yang mengguncang langit dan menenangkan bumi.
5. Hendaklah kita rutin membaca Al-Qur’an terkhsus di dalam rumah kita. Aak anggota keluarga untuk selalu cinta membaca Al-Qur’an sebagasabda sabda Nabi ﷺ : “Bacalah Al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)
***
Purwodadi Gresik, 14 Jumadal Ula 1447 H / 4 November 2025
Penulis : Ustadz Abu Idris
Artikel : Meciangi.or.id






