Benarkah nabi tidak pernah angkat tangan untuk berdoa selepas solat fardhu? (Naura Khaliq dari Kuala Lumpur)
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد
Termasuk adab berdo’a meminta hajat kepada Allah Ta’ala adalah dengan mengangkat tangan, karena orang yang mengangkat tangan ketika meminta menunjukkan bahwa dia sangat sangat membutuhkan apa yang dia minta.
Dari Salman Al Farisi radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
إنَّ ربَّكم حييٌّ كريمٌ يستحيي من عبدِه أن يرفعَ إليه يدَيْه فيرُدَّهما صِفرًا أو قال خائبتَيْن
“Sesungguhnya Rabb kalian maha Malu maha Mulia malu dari hamba-Nya jika dia angkat kedua tangan kemudian tidak memberinya apa-apa atau dia tidak dapat apa apa.” (HR. Ibnu Majah 3556 dan dishahihkan Albany).
Dan kondisi berdo’anya Nabi shallallahu alaihi wasallam ketika berdo’a ada dua : terkadang angkat tangan dan terkadang tidak angkat tangan.
Adapun kondisi yang tidak angkat tangan ketika berdo’a seperti ketika khutbah jum’at kecuali istisqo, ketika duduk diantara dua sujud, ketika duduk tasyahud akhir, dan setelah sholat fardhu.
Syeikh bin Baz rahimahullah berkata :
لم يثبت عن النبي ﷺ أنه رفع يديه بعد الفريضة بل السنة أنه يذكر الله ويدعو لكن من دون رفع يدين بعد الفرائض الخمس
“Tidak ada angkat tangan setelah sholat fardhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, akan tetapi yang sunnah adalah berdzikir menyebut Allah dan berdo’a tanpa angkat tangan.” (Lihat Fatawa bin Baz 6872).
Apalagi jika do’a setelah sholat fardhu dilakukan secara berjamaah yang dipimpin oleh imam yang diaminkan oleh makmum maka ini adalah bid’ah tanpa diragukan lagi.” (Lihat Fatawa Syeikh Utsaimin jilid 13).
***
Gresik, Jum’at 14 Ramadhan 1446 H/14 Maret 2025 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






