Pertanyaan :
Apakah boleh mengatakan hari tertentu adalah hari sial?
Jawaban :
Asy-Syaikh Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah menjawab :
Ungkapan seperti “hari ini adalah hari buruk/sial” maka tidak mengapa jika dimaksudkan hanya untuk mengabarkan, tidak dimaksudkan untuk mencela dan menghina. sebagaimana perkataan Nabi Luth ‘alaihi wa Sallam tatkala malaikat datang kepadanya :
وَلَمَّا جَآءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِىٓءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَٰذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ
Artinya: “Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit.” (Q.S. Hud: 77)
Mensifati hari-hari dengan apa yang sesuai dengannya tanpa ada unsur celaan dan hinaan maka tidak mengapa, karena yang demikian adalah bentuk khabar, dan khabar tentang realita adalah kebenaran, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
إِنَّآ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِى يَوْمِ نَحْسٍ مُّسْتَمِرٍّ
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus.” (Q.S. Qamar: 19).
Wallahu a’lam
***
Bandung, 17 Rabiul Awwal 1446 H / 21 September 2024
Alih Bahasa: Muhammad Dimas Prasetyo
Artikel: meciangi.or.id






