Sabtu, Agustus 22, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Cadar Narsis

Abu Dawud ad-Dumbuwiyy by Abu Dawud ad-Dumbuwiyy
14 Agustus 2026
in TAZKIYATUN NUFUS
Reading Time: 12 mins read
0
Home TAZKIYATUN NUFUS

Bismillah. Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wa ba’du.

RELATED POST

Penghalang Hidayah

Empat Modal Berharga Menyongsong Masa Tua

Tulisan ini ditulis untuk kaum muslimah, khususnya para wanita yang bercadar, karena sejatinya mereka ini adalah orang-orang yang telah memiliki fitrah yang baik, namun terkadang di awal-awal masa-masa hijrah mereka, dunia maya seolah menjadi tempat curhat dan keluh kesah mereka apalagi setelah masa-masa hijrah terjadi.

Berawal dari keresahan hati melihat banyaknya akun-akun gadungan yang mengatas namakan akhwat, dan banyaknya keluh kesah para ikhwan yang mengaku mereka sengaja menggunakan akun-akun palsu untuk menjerat para muslimah, dan entah apa tujuannya. Karena itu tulkisan ini murni sebuah nasihat karena iman sebagai sesama muslim kepada para akhawat dan muslimah, lebih-lebih yang sudah bercadar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.الدين النصيحة. قلنا : لمن يا رسول الله؟ قال : لله، ولكتابه ولرسوله، ولأئمة المسلمين، وعامتهم

“Agama adalah nasihat”, kami (para sahabat) berkata : ‘Untuk siapa wahai Rasulullah?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan masyarakat pada umumnya.” (HR. Muslim, no.55).

Karena agama kita adalah nasihat, maka kewajiban kita sesama muslim adalah saling menasehati dalam kebaikan, meskipun yang menasihati bukan seorang yang sempurna, tapiu sedang menuju ke arah itu.

Jangan Keluar Rumah Tanpa Ada kebutuhan

Akhawat fillah, fitrah wanita sholihah itu, tersembunyi di dalam bentengnya yang kokoh yaitu istananya alias rumahnya, karena Allah ‘Azza wa Jalla telah memerintahkan para wanita secara umum untuk menetap di rumah-rumah mereka sebagaimana dalam firman-Nya :

«وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَـٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًۭا»

Artinya : “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu* dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab : 33).

Ibnu Katsir menjelaskan tafsir ayat di atas sebagai berikut:

«وقرن في بيوتكن» أي الزمن بيوتكن، فلا تخرجن لغير حاجة، ومن الحوائج الشرعية، الصلاة في المسجد بشرطه، كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((لا تمنعوا إماء الله مساجد الله وليخرجن وهن تفلات))، وفي رواية: ((وبيونهن خير لهن))

وروى الحافظ البزار عن أنس رضي الله عنه قال: جئن النساء إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقلن: يا رسول الله ذهب الرجال بالفضل والجهاد في سبيل الله تعالى، فما لنا عمل ندرك به عمل المجاهدين في سبيل الله تعالى؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((من قعدت – أو كلمة نحوها – منكن في بيتها فإنها تدرك عمل المجاهدين في سبيل الله تعالى))

وعن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ((إن المرأة عورة فإذا خرجت استشرفها الشيطان، وأقرب ما تكون بروحة ربها وهي في قعر بيتها)). وفي الحديث : ((صلاة المرأة في مخدعها أفضل من صلاتها في بيتها، وصلاتها في بيتها أفضل من صلاتها في حجرتها))

.وقوله تعالى : «ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى»

.قال مجاهد : كانت المرأة تخرج تمشي بين يدي الرجال فذلك تبرج الجاهلية

.وقال قتادة : كانت لهن مشية وتكسر وتغنج فنهى الله تعالى عن ذلك

وقال مقاتل : التبرج أنها تلقي الخمار على رأسها ولا تشده فيواري قلائدها وقرطها وعنقها ويبدو ذلك كله منها وذلك التبرج، ثم عمت نساء المؤمنين في التبرج

“«Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu», maksudnya adalah menetaplah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah keluar tanpa adanya kebutuhan. Di antara kebutuhan yang dibolehkan secara syariat adalah shalat di masjid dengan memenuhi syarat-syaratnya, sebagaimana bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: ((Janganlah kalian melarang hamba-hamba perempuan Allah untuk mendatangi masjid-masjid Allah, dan hendaknya mereka keluar tanpa memakai wewangian)). Dan dalam satu riwayat disebutkan: ((Dan rumah-rumah mereka adalah lebih baik bagi mereka)).

Al-Hafiz Al-Bazzar meriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: ‘Kaum wanita datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: “Wahai Rasulullah, kaum laki-laki telah memborong keutamaan dan pahala berjihad di jalan Allah Ta’ala. Lalu, amalan apa bagi kami yang dengannya kami bisa menyamai pahala amalan para mujahidin di jalan Allah Ta’ala?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ((Siapa saja di antara kalian yang berdiam diri -atau kalimat serupa dengannya- di rumahnya, maka sesungguhnya amalan itu dapat menyamai amalan para mujahidin di jalan Allah Ta’ala)).

Dan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: ((Sesungguhnya wanita itu adalah aurat. Maka apabila ia keluar, setan akan mengawasinya (memperindahnya di mata laki-laki). Dan kondisi paling dekatnya seorang wanita dengan rahmat Rabb-nya adalah ketika ia berada di dalam bagian terdalam dari rumahnya)). Dan dalam hadits yang lain disebutkan: ((Shalatnya seorang wanita di dalam kamarnya lebih utama daripada shalatnya di dalam rumahnya, dan shalatnya di dalam rumahnya lebih utama daripada shalatnya di dalam ruang tengahnya)).

Dan firman Allah Ta’ala: «Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu».

Mujahid berkata: ‘Dahulu seorang wanita keluar dan berjalan di hadapan kaum laki-laki, maka hal itulah yang dinamakan tabarruj jahiliyah.’

Qatadah berkata: ‘Dahulu kaum wanita memiliki cara berjalan yang dibuat-buat, gemulai, dan manja/berlenggak-lenggok, maka Allah Ta’ala melarang hal tersebut.’

Muqatil berkata: ‘Tabarruj adalah ketika seorang wanita mengenakan kerudung di atas kepalanya tetapi tidak mengikatnya (dengan rapat), sehingga tidak menutupi kalung, anting-anting, dan lehernya, lalu semua itu tampak darinya; maka itulah yang dinamakan tabarruj. Kemudian hal itu sempat meluas di kalangan wanita-wanita beriman dalam hal tabarruj.'” (Mukhtashor Tafsiir Ibni Katsiir, 3/93-94).

Ada beberapa penafsiran tentang apa itu tabarruj dari para ulama, (1) Seorang wanita keluar dan berjalan di hadapan kaum laki-laki, dan ini bentuk tabarruj jahiliyyah menurut Imam Mujahid. (2) Seorang wanita yang memiliki cara berjalan yang dibuat-buat, gemulai, dan berlenggak-lenggok, manja, ini juga disebut tabarruj pada zaman dahulu menurut Qotadah. (3) Adapun menurut Muqotil tabarruj adalah ketika seorang wanita mengenakan kerudung di atas kepalanya tetapi tidak mengikatnya dengan rapat, sehingga kalung, anting-anting, dan lehernya, semua tampak.

Poin 2 dan 3 yang paling banyak terjadi hari ini, baik di dunia nyata maupun di sosial media. Membuat video pendek di pinggir pantai, lalu berlari-lari kecil sembari berputar-putar. Ada juga yang berjalan berlenggak-lenggok, bersikap manja, ada pula yang sekedar memperlihatkan sepatunya, ada pula yang memotret bayangannya, dan apa sebenarnya tujuannya? Entahlah.

Yang membuat hati miris adalah, video-video mereka ini di tonton oleh jutaan pasang mata di platform sosial media. Ada yang mengagumi lekuk tubuhnya di balik cadar yang tertiup angin sehingga menampakkan apa yang tidak semestinya nampak, ada yang mengagumi kedipan matanya yang indah di balik tatapannya yang penuh harapan untuk dikagumi, dan ada pula yang mengagumi langkah gemulai dan manjanya yang membuat para netizen berdecak kagum. Apakah itu penampilan para muslimah yang telah berhijab di zaman kenabian? Maka anda yang lebih tahu jawabannya.

Tampil Cantik dan Menarik di Sosial Media

Sudariku muslimah dan para akhawat fillah, sesungguhnya ujian terberat para wanita di akhir zaman ini adalah fitnah teknologi.

Tampil cantik dan menarik di sosial media memang godaan menarik dan menjadi cita-cita hampir seluruh wanita, orang awam maupun para akhawat bercadar. Namun anehnya sosial media adalah tempat untuk berkamuflase banyak laki-laki hidung belang, ikhwan-ikhwan gadungan, dll. Bahkan banyak di antara mereka yang sengaja membuat akun-akun sosial media palsu dengan nama wanita, tujuannya adalah untuk menghancurkan anda.

Sanjungan, pujian, ingin diperhatikan, ingin tampil cantik dan menarik memang itu semua adalah sifat sejati wanita yang Allah fitrahkan, tapi bukan sosial media tempatnya, tapi ada cara yang lebih halal. Jika itu dilakukan di luar kendali syariat, maka hal semacam ini bisa mendatangkan musibah bagi para akhawat itu sendiri dan menurunkan muro’ah, menghilangkan rasa malu, dan menjerumuskannya dalam kehinaan yang sebenarnya.

Selfie dan update foto di sosial media memang satu hal yang paling disukai oleh para akhawat. Berpindah dari satu pose ke pose lainnya dengan bermacam-macam gaya dan beraneka ragam model selfie. Ada yang upload foto saat berlari-lari kecil sambil berputar-putar, ada yang mengupload foto cadar dengan dua jari telunjuk sambil memiringkan kepala, ada yang mengupload foto sandalnya saja, ada pula yang mengupload foto kakinya saja yang dibalut kaos kaki berbunga-bunga. Bahkan yang lebih mengherankan ada para akhawat bercadar yang hanya mengupload foto bayangannya saja agar laki-laki tidak terfitnah. Yaa akhawat, bertakwalah kalian kepada Allah Ta’ala, sesungguhnya bayanganmu saja adalah fitnah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.إن المرأة تقبل في صورة شيطان، وتدبر في صورة شيطان

“Sesungguhnya wanita menghadap kedepan dalam bentuk syaithon dan menghadap ke belakang dalam bentuk syaithon.” (HR. Muslim no.1403)

Imam Nawawiy rahimahullah dalam Syarah Shohih Muslim menjelaskan maksud hadits diatas sebagai berikut :

قوله صلى الله عليه وسلم: ((إنَّ المرأة تُقبِل في صورة شيطان، وتدبر في صورة شيطان))، قال العلماء: معناه الإشارة إلى الهوى، والدُّعاء إلى الفتنة بها؛ لِما جعله الله تعالى في نفوس الرجال من الميل إلى النِّساء والالتذاذ بنظرهنَّ وما يتعلق بهنَّ، فهي شبيهة بالشيطان في دعائه إلى الشرِّ بوسوسته وتزيينه له، ويُستنبط من هذا أنَّه ينبغي لها ألَّا تخرج بين الرجال إلا لضرورة، وأنَّه ينبغي للرجل الغض عن ثيابها والإعراض عنها مطلقًا؛ اهـ

“Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ((Sesungguhnya wanita menghadap kedepan dalam bentuk syaithon dan menghadap ke belakang dalam bentuk syaithon)), berkata para ulama : Maknanya adalah isyarat kepada hawa nafsu, dan seruan menuju fitnah kepadanya ; (yaitu) tatkala Allah Ta’ala menjadikan jiwa laki-laki condong kepada para wanita dan kenikmatan memandangnya dan apa saja yang berkaitan dengannya. Maka dari itu wanita diserupakan dengan syaithon dalam hal seruannya kepada keburukan melalui bisikannya, serta upayanya menjadikan keburukan tampak indah. Dari hadits ini dapat diambil kesimpulan bahwa hendaknya para wanita agar tidak keluar di antara kaum laki-laki kecuali dalam keadaan darurat, dan hendaknya bagi laki-laki agar tidak memperhatikan (menundukkan pandangan) dari pakaian-pakaian para wanita tersebut dan berpaling darinya secara mutlak.” (Shahih Muslim Bisyarh Nawaawiy, 9/254).

Lalu bagaimana dengan para akhawat yang berlari dan berputar-putar dalam postingan videonya di sosial media, mereka tampak ceria, bahagia, dan riang gembira, padahal srigala-srigala lapar sedang mengintai untuk menghancurkanmu.

Seorang penyair mengatakan:

“Domba tersesat mengundang perhatian srigala kelaparan.
Mereka haus dan rakus ingin menyantapnya.
Janganlah engkau gembira dengan lolongan srigala-srigala itu, larilah… selamatkan dirimu.
Karena ia dan rombongannya telah kuat keinginannya.
Untuk menerkammu serta menyantapmu.
Sedangkan engkau tidak mengetahui tipu daya mereka.”

Pada hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.المرأة عورة، فإذا خرجت استشرفها الشيطان

“Wanita itu aurat. Apabila dia keluar, setan terus memandanginya (untuk menghias-hiasinya sehingga menimbulkan fitnah bagi laki-laki).” (Diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Misykaatul Mushaabiih, no.3109)

Pada hadits yang lain, dari Abu Sa’id al-Khudriy, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إن الدنيا حلوة خضرة، وإن الله مستخلفكم فيها، فينظر كيف تعملون، فاتقوا الدنيا واتقوا النساء، فإن أول فتنة بني إسرائيل كانت في النساء

“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah (telah) menjadikan kalian khalifah diatas bumi, kemudian Dia akan melihat apa yang kalian amalkan, maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan berhati-hatilah kalian terhadap wanita, karena ujian pertama yang menimpa Bani Isroil adalah pada kaum wanita.” (HR. Muslim no.2742).

Karena itu bayanganmu, tidak usah di posting di sosial media, karena bayanganmu pun adalah fitnah.

Seorang penyair mengatakan:

“Betapa anehnya para akhawat, begitu polos melihat manusia.

Sesungguhnya wanita adalah fitnah, maka sadarlah wahai orang yang tinggi husnudzonnya.”

Pada hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

.ما تركتُ بعدي فتنة أضر على الرجال من النساء

“Aku tidak meninggalkan sepeninggalku suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki dari pada wanita.” (HR. Bukhari no.5096 dan Muslim no.2740).

Karena itulah Allah Ta’ala berfirman :
«وَخُلِقَ ٱلْإِنسَـٰنُ ضَعِيفًۭا»
Artinya : “Dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nissa’ : 28)
 
Berkata Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat diatas:
 
وقال ابن أبي حاتم : حدثنا محمد بن إسماعيل، حدثنا وكيع عن سفيان، عن ابن طاوس، عن أبيه «وَخُلِقَ ٱلْإِنسَـٰنُ ضَعِيفًۭا» أي في أمر النساء. وقال وكيع : يذهب عقله عندهن
 

“Berkata Ibnu Abi Hatim mengenai ayat diatas : .Menceritakan kepada kami Muhammad bin Ismail, menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Ibnu Thawus, dari ayahnya dia berkata, “Manusia diciptakan dalam keadaan lemah” yaitu lemah dalam urusan wanita. Dan berkata Waki’ : “Akalnya (laki-laki) hilang ketika disisi wanita.” (Tafsiir Ibni Katsir, 1/434).

Berkata Ibnul Jauzi dalam kitabnya Dzammul Hawa:
 
وعان سفيان الثوري في قوله تعالى : «وَخُلِقَ ٱلْإِنسَـٰنُ ضَعِيفًۭا» [النساء : ٢٨]، قال : المرأة تمر بالرجل، فلا يملك نفسه عن النظر  إليها، ولا ينتفع بها، فأي شيء أضعف من هذا؟
 

“Dari Sufyan ats-Tsauriy mengenai firman Allah Ta’ala : “Manusia diciptakan dalam keadaan lemah”. (An-Nisaa’ : 28) dia berkata : Seorang wanita melewati laki-laki. Laki-laki ini tidak mampu menahan dirinya dari memandang wanita ini dan ia tidak dapat pula mengambil manfaatnya. Apakah yang lebih lemah daripada ini?” (Dzammul Hawa, hal .111).

Sabda-sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hadits diatas dan ucapan-ucapan para ulama, menunjukkan akan bahayanya fitnah wanita itu nyata. Tidak ada sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu fitnah yang paling berbahaya bagi laki-laki dari pada wanita. Bahkan fitnah wanita inilah yang pernah menghancurkan kejayaan dan kedigdayaan Bani Isroil dahulu, lalu bagaimana dengan mereka yang sengaja membuat akun-akun palsu di sosial media, menyamar menjadi wanita di akun sosial medianya, melike video lari-lari kecilmu, foto-foto selfiemu dengan dua jari itu, foto kaos kakimu, foto bayanganmu? Maka renungkanlah wahai saudari-saudariku.

Karena itu, banyak kasus pemerkosaan terjadi dimana-mana, di kampung, di kota, di desa, di kampus, bahkan kakek-kakek yang berusia 80 tahun, masih berhasrat berbuat sesuatu kepada wanita, sehingga banyak kita saksikan realitanya mereka nekat memperkosa gadis berumur 5 tahun, ayah tega memperkosa anak kandungnya, anak-anak SD rela memperkosa teman sekolahnya, dan lain sebagainya, karena wanita adalah sumber fitnah, bahkan wanita merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki di sepanjang zaman. Belum lagi di sana banyak para ikhwan bujangan pecinta koleksi foto-foro akhwat bercadar terutama yang narsis, memandangnya, menjadikannya sebagai pemuas syahwat, sebagai bahan khayalan, dan akun-dari akun misterius mereka di sosial media bertebaran di mana-mana. Bahkan mereka membeli jubah akhawat secara khusus dan segala pernak-perniknya, menggantungnya di kamarnya, memandangnya, dan menghayalkannya para akhawat yang selfie dengan sejuta pose itu. Dan dari pengakuan mereka di sosial media beberapa tahun lalu, mereka memang mengincar foto-foto narsis para akhawat bercadar. Tidak pernahkan kalian mendengar berita bahwa banyak dari kalangan laki-laki yang menyamar menjadi akhawat di majelis kajian, menggunakan cadar, sebagaimana pernah terjadi di Yogyakarta dan kota-kota lain, padahal mereka berkumis, berjenggot, waliyaadzubillah.

Karena demikian, sadarlah wahai para akhawat dan fokus saja beribadah, banyak bertaubat, karena hukum asalnya kalian adalah fitnah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

 .ما رأيت من ناقصات عقل ودين، أذهب للب الرجل الحازم، من إحداكن يا معشر النساء

“Aku tidak pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya paling bisa menghilangkan akal laki-laki yang kokoh daripada salah seorang kalian wahai para wanita.” (HR. Al-Bukhari no. 1462).

Pada hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang sanggupnya wanita menghilangkan akal laki-laki yang paling kuat sekalipun. Ini kabar yang mengerikan, potensi merusak yang luar biasa, apalagi jika memang sengaja untuk menarik perhatian di sosial media. Maka sadarlah wahai saudariku, renungkan dan bersembunyilah dari dunia yang semakin mengerikan ini.

Hukum Asal Wanita adalah Fitnah dan Pemilik Rasa Malu

Sejatinya wanita bisa meredam fitnah, jika mereka mengikuti perintah Allah dan rasul-Nya dan mengedepankan sifat malunya.

Dalam sebuah hadits, dari Qotadah ia mengatakan :

.سمعت أبا السوار يحدث. أنه سمع عمران ابن حصين يحدث عن النبي صلى الله عليه وسالم أنه قال : الحياء لا يأتي إلا بخير

“Aku mendengar Abu Sawwar menceritakan. Bahwasannya dia (Abu Sawwar) mendengar ‘Amran bin Hushain menceritakan dari Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam bahwasannya beliau bersabda : “Malu tidak mendatangkan sesuatu kecuali kebaikan.” (HR. Muslim, no. 37).

Pada hadits yang lain, dari ‘Amran bin Hushain juga bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

.الحياء خير كله. قال أو قال : الحياء كله خير

“Malu itu kebaikan seluruhnya”. Beliau berkata atau beliau bersabda : “Malu itu semuanya baik”. (HR. Muslim, no. 37).

Karena sifat malu semuanya baik, maka ia tidak mendatangkan kecuali kebaikan. Tatkala rasa malu para akhawat telah sirna dan lenyap, akan hilang pula dari mereka kebaikan-kebaikan yang banyak, lalu mereka akan berbuat semaunya.

Dalam hadits Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr al-Anshary radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :

.قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن مما أدرك الناس من كلام  النبوة الأولى: إذا لم تستح فاصنع ما شئت

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya diantara yang diketahui manusia dari perkataan para Nabi terdahulu : Jika engkau tidak punya malu, maka berbuatlah sesukamu”. (HR. Al-Bukhari, no.6120).

Jika para akhawat sudah tidak lagi memiliki lagi rasa malu, dia pasti akan melakukan apa saja yang dia kehendaki. Dia tidak peduli jika yang melihat sosial medianya laki-laki ajnabi, dia akan riang meskipun yang me like foto-foto di instagramnya ikhwan-ikhwan asing, dia akan bangga meskipun yang mengomentari foto-foto di beranda facebooknya adalah laki-laki yang bukan mahramnya, padahal semua itu merupakan awal dari kehancuran dan kehinaan bagi para wanita atau para akhawat.

Orang-orang terdahulu, para wanita muslimah di zaman kakek nenek kita, mereka begitu pandai menjaga dirinya, jauh dari hiruk-pikuknya teknologi, jauh dari carut-marutnya sosial media yang menipu. Mereka bagaikan mutiara-mutiara yang tersimpan rapi dalam etalase-etalase kaca, dalam balutan rasa malu yang menyelimuti qolbunya, sehingga pantaslah mereka diibaratkan seperti bunga yang tumbuh di lereng pegunungan yang terjal lagi curam, tidak ada yang bisa menggapainya kecuali mereka yang bersungguh-sungguh untuk menggapainya dan yang halal baginya. Maka, mengapa wanita diakhir zaman semakin pudar keindahannya? Jawabannya ada pada anda.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan menjadi bahan renungan untuk kita semua. Baarakallahu fiikum.

***

Repost, Grand Sahara – Purwodadi – Sidayu – Gresik, 28 Shofar 1448 H /12 Agustus 2026

Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com

Baca juga :

Selfie dan Rasa Malu

Bahaya Cinta dan Fitnah Syahwat

Bahaya Fitnah Wanita

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dumbuwiyy

Abu Dawud ad-Dumbuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Penghalang Hidayah
TAZKIYATUN NUFUS

Penghalang Hidayah

18 Agustus 2026
Empat Modal Berharga Menyongsong Masa Tua
TAZKIYATUN NUFUS

Empat Modal Berharga Menyongsong Masa Tua

14 Agustus 2026
Reuni, Bukber dan CLBK
TAZKIYATUN NUFUS

Reuni, Bukber dan CLBK

20 Agustus 2026
Muhasabah di Usia 60 Tahun (Seri 2)
TAZKIYATUN NUFUS

Muhasabah di Usia 60 Tahun (Seri 2)

29 Juli 2026
Muhasabah di Usia 60 Tahun (Seri 1)
TAZKIYATUN NUFUS

Muhasabah di Usia 60 Tahun (Seri 1)

21 Juli 2026
Terbatasnya Pengetahuan Manusia
TAZKIYATUN NUFUS

Terbatasnya Pengetahuan Manusia

27 Juli 2026
Next Post
Empat Modal Berharga Menyongsong Masa Tua

Empat Modal Berharga Menyongsong Masa Tua

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Rambut Menutupi Dahi Ketika Sujud Membatalkan Sholat?
  • Bagaimana Hukum Anak Orang Kafir yang Mati Sebelum Baligh?
  • Penghalang Hidayah
  • Empat Modal Berharga Menyongsong Masa Tua

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp