Hukum lomba catur bagaimana pak Ustadz? (Ummu Kenzie)
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد
Perlombaan termasuk perkara yang mubah jika tidak mengandung unsur perjudian, buang buang waktu dalam perkara yang tidak bermanfaat, menyebabkan permusuhan dengan sesama kaum muslimin atau bahkan menyebabkan seseorang meninggalkan kewajibannya.
Jika salah satu dari hal di atas ada dalam suatu permainan, olahraga ataupun perlombaan maka perkara tersebut menjadi perkara yang terlarang.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :
الشطرنج متى شغل عما يجب باطنا أو ظاهرا حرم باتفاق العلماء كما لو شغل عن واجب كالصلاة، أو ما يجب من مصلحة النفس أو الأهل، أو الأمر بالمعروف أو النهي عن المنكر أو صلة الرحم أو بر الوالدين، أو ما يجب فعله من نظرٍ في ولاية أو إمامة أو غير ذلك من الواجبات، فإنه حرام بإجماع المسلمين.
“Catur kapan menyibukkan dari kewajiban baik secara dhahir dan batin haram berdasarkan kesepakatan para ulama.
Seperti menyibukkan dari sholat, kewajiban kepada istri, amar makruf nahi mungkar, silaturahim, berbakti kepada orang tua.
Atau menyibukkan dari tanggung jawabnya sebagai wali, imam (penguasa) atau kewajiban yang lainnya maka ini haram berdasarkan kesepakatan kaum muslimin.
Dan begitu pula jika mengandung perkara yang haram seperti dusta, sumpah dusta, khianat, kedzaliman atau membantu kedzaliman atau perkara haram yang lainnya maka ini haram berdasarkan kesepakatan kaum muslimin.” (Lihat Majmu Fatawa Ibnu Taimiyah 31/218, 240).
Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu anhu berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :
مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ
“Siap yang bermain dadu maka dia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul Nya.” (HR. Abu Dawud 4129 dan dishahihkan Albani).
Ibnu Qoyyim rahimahullah berkata :
ومفسدة الشطرنج أعظم من مفسدة النرد، وكل ما يدل على تحريم النرد فدلالته على تحريم الشطرنج بطريق أولى.
“Dan kerusakan catur lebih parah daripada permainan dadu, dan semua yang menunjukkan haramnya dadu maka itu menunjukkan bahwa catur lebih besar haram nya.” (Lihat al furusiyah, Ibnu Qoyyim 303).
Jadi permainan catur adalah permainan yang tidak membawa maslahat walaupun seandainya tidak melalaikan dari kewajiban kepada Allah Ta’ala.
Hal itu dikarenakan dalam permainan catur hanya buang buang waktu dalam hal yang tidak bermanfaat, di mana pelakunya hanya duduk saja dalam waktu yang lama tanpa ada manfaat untuk dirinya seperti menambah kuat otot-otot nya sehingga bermanfaat untuk agamanya.
***
Tuban, 5 Shofar 1446 H/9 Agustus 2024 M
Dijawab Oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






