Suatu hari beliau berjalan lalu melihat seorang ibu serius menyemangati anaknya untuk pergi ke halaqoh tahfidz Qur’an, namun sang anak tidak mau pergi.
Maka sang ibu berkata : “Wahai anak ku, pergilah ke halaqoh belajar disana, supaya kamu kalau besar tidak jadi seperti penggembala kambing ini.”
Imam Kisa’i berkata : “Saya dipakai peribahasa (dijadikan perumpamaan dalam, Ed-.) kebodohan?!!!
Maka imam Kisa’i menjual kambingnya dan pergi belajar, maka akhirnya beliau menjadi :
1. Imam besar dalam bahasa Arab
2. Imam besar dalam ilmu qiroat Al QUR’AN
3. Dijadikan sebagai peribahasa (perumpamaan/teladan, Ed-.) dalam ilmu dan semangatnya yang sangat besar.
(Sumber : Jauhar wa Duror karya Ibnu Hajar
Nukilan dari twit nya Syekh Abdul Aziz Kholifah).
***
Sidayu, Sabtu 18 Shofar 1443 H / 25 September 2021 M
Alih Bahasa : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






