Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Kisah Imam Al-KIsa’i dengan Seekor Semut

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
13 September 2025
in BAHASA ARAB
Reading Time: 4 mins read
0
Home BAHASA ARAB

Bismillah, alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin, wa badu.

RELATED POST

Al-Kalaam (Bagian 2)

Al-Kalaam

Berbicara terntang Imam Al-Kisa’i, beliau adalah seorang ulama dalam bidang ilmu nahwu, bahkan beliau juga termasuk diantara ulama ahli qiro’ah sab’ah. Dimasa-masa belajarnya, Imam Al-Kisai pernah merasakan putus asa ketika mempelajari satu cabang dari ilmu bahasa arab yaitu Ilmu Nahwu. Namun karena melihat seekor semut yang gigih membawa makanan menaiki sebuah dinding, Imam Al-Kisa’i-pun terinspirasi dan mendapatkan pelajaran berharga dari semut tersebut.

Asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rahimahullah pernah menceritakan mengenai kisah Imam al-Kisa’i tersebut dalam kitabnya Kitabul ‘Ilmi sebagai berikut :

وقد حدثني شيخنا المثابر عبد الرحمان السعدي – رحمه الله – أنه ذكر عن الكسائي إمام أهل الكوفة في النحو أنه طلب علم النحو فلم يتمكن، وفي يوم من الأيام وجد نملة تحمل طعاما لها وتصعد به إلى الجدار وكلما صعدت سقطت، ولكنها ثابرت حتى تخلصت من هذه العقبة وصعدت الجدار، فقال الكسائي : هذه النملة ثابرت حتى وصلت الغاية، فثابر حتى صار إماما في النحو

“Dan sungguh Syaikh kami yang tekun Abdurrahman as-Sa’diy – rahimahullah – telah menceritakan kepadaku bahwa dia pernah menyebutkan tentang Al-Kisa’i yaitu Imamnya penduduk kota kufah dalam bidang ilmu nahwu.

Bahwasanya beliau (Imam Al-Kisa’i) pernah mempelajari ilmu nahwu namun beliau tidak pernah berhasil. Pada suatu ketika beliau mendapati seekor semut yang membawa makanannya menaiki sebuah dinding, dan setiap kali dia naik dia terjatuh, akan tetapi dia bersabar hingga akhirnya dia-pun lolos dari rintangan tersebut dan berhasil naik keatas dinding.

Lalu Al-Kisa’ berkata : “Semut ini saja ia berusaha hingga sampai pada tujuannya”, maka beliau-pun bersungguh-sungguh (dalam belajar), hingga akhirnya ia menjadi Imam dalam bidang ilmu nahwu.” [Kitaabul ‘Ilmi li Fadhilati Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimiin, hal : 47]

Setelah membawakan kisah tersebut, lalu Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin memberikan kepada kita motivasi:

ولهذا ينبغي لنا أيها الطلبة أن نثابر ولا نيأس فإن اليأس معناه سد باب الخير، وينبغي لنا ألا نتشاءم بل نتفاءل وأن نعد أنفسنا خيرا

“Oleh karena itu, wahai para pelajar, kita seharusnya bersungguh-sungguh dan tidak berputus asa, karena putus asa berarti menutup pintu kebaikan. Kita juga tidak boleh pesimis bahkan harus optimis dan mempertimbangkan kebaikan untuk jiwa-jiwa kita.” [Kitaabul ‘Ilmi li Fadhilati Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimiin, hal : 47].

Dari sini dapat diambil ibroh bahwa tidak boleh bagi penuntut ilmu putus asa dalam belajar, apalagi sampai lari meninggalkan majelis ilmu atau pondok pesantren, justru yang seharusnya pupuk semangat yang membara untuk mengangkat kebodohan,  dan perhatikan serta tadabburilah keadaan makluk-makhluk Allah yang lain seperti semut, sebab pada mereka ada ibroh. Wallahu a’alam.

Faedah yang bisa diambil :
 

1. Mempelajari ilmu nahwu sulit ketika di awal-awal mempelajarinya, tapi yakinlah sesulit apapun pelajarannya, ia akan menjadi mudah pada diakhirnya selama kita mau bersabar.

2. Imam Al-Kisa’i adalah Imam ahli nahwu dan Imam ahli qiro’ah sab’ah,  sempat berputus asa dalam belajar, namun beliau kembali semangat tatkala melihat seekor semut yang sabar membawa makanan menaiki sebuah dinding, hingga akhirnya semut itu berhasil.

3. Memperhatikan tingkah laku binatang, bisa memberikan motivasi dan inspirasi kepada kita

4. Semut termasuk binatang yang gigih dan pantang menyerah

5. Bahasa arab adalah pintu pembuka ilmu, barangsiapa yang menguasainya dia akan menguasai seluruh ilmu sebagaimana ucapan Imam Asy-Syafi’i :

من تبحر في النحو اهتدى إلى جميع العلوم 

“Barangsiapa yang menguasai ilmu nahwu, dia dimudahkan untuk memahami seluruh ilmu”. [Syadzaraat Adz-Dzahab, 2/407. Cet. Daar Ibni Katsir]

6. Pentingnya sabar, terutama dalam menuntut ilmu

7. Buruknya sifat putus asa, karena putus asa artinya menutup rapat-rapat pintu kebaikan.

8. Putus asa termasuk sifat orang-orang kafir sebagaimana firman Allah Ta’ala :

«إِنَّهُۥ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَـٰفِرُونَ»

Artinya : “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (QS. Yusuf : 87)

9. Pentingnya optimis dan buruknya sifat pesimis

10. Pentingnya berdo’a dan minta pertolongan kepada Allah Ta’ala dalam belajar, karena ilmu itu milik Allah dan kita minta kepada Pemiliknya agar membukakan cahaya ilmu untuk kita

11. Sesudah kesulitan pasti ada kemudahan dan kita harus yakin itu sebagaimana firman Allah Ta’ala :

«فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًۭا»

Artinya : “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyiroh : 5-6)

Dan masih banyak faedah-faedah lainnya, semoga yang sedikit ini bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

***

Repost, Gresik : 12 Sya’ban 1443 H/19 Maret 2023

Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Al-Kalaam (Bagian 2)
BAHASA ARAB

Al-Kalaam (Bagian 2)

25 September 2025
Al-Kalaam
BAHASA ARAB

Al-Kalaam

25 September 2025
Dua Pakar Nahwu Imam Al-Kisa’i dan Imam Asy-Syafi’i
BAHASA ARAB

Dua Pakar Nahwu Imam Al-Kisa’i dan Imam Asy-Syafi’i

4 Agustus 2025
Faidah Nahwu
BAHASA ARAB

Faidah Nahwu

9 Agustus 2025
Bapaknya Bahasa Arab
BAHASA ARAB

Bapaknya Bahasa Arab

24 Oktober 2024
Pentingnya Mempelajari Ilmu Nahwu
BAHASA ARAB

Pentingnya Mempelajari Ilmu Nahwu

3 Februari 2026
Next Post
Keutamaan Al-Qur’an dan Pembacanya

Keutamaan Al-Qur'an dan Pembacanya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp