Bismillah.
Penjajahan terhadap akal budi manusia terus berlangsung hingga hari ini. Sebagian orang dibelenggu oleh adat tradisi jahiliyah yang merusak aqidah dan mengotori ibadah.
Simbol-simbol paganisme dan kemusyrikan dirawat dengan kedok kebudayaan. Bid’ah dibungkus dengan selimut seni dan penghormatan. Para ulama dipinggirkan agar kebatilan dianggap sebagai kewajaran.
Sesaji, tumbal, dan pengagungan kepada tempat keramat, dilestarikan atas nama sumber daya alam. Padahal Allah Rabb penguasa alam ini tidak mengizinkan syirik dan bid’ah dipromosikan.
Toleransi pun diangkat untuk membungkam para pejuang iman. Aqidah umat tergadai di bawah kepentingan pariwisata dan hawa nafsu manusia.
Ya, mungkin 80 tahun sudah negeri ini merdeka dari penjajah teritorial. Akan tetapi ratusan tahun masyarakat masih saja dijajah oleh syirik dan bid’ah.
Jika kita marah karena miras, narkoba, korupsi atau kekejian lainnya, sudah sepatutnya jiwa seorang mukmin marah ketika aqidah ini dicabik-cabik demi mempertahankan kebiasaan turun-temurun yang diklaim sebagai budaya luhur nenek moyang.
Tauhid kepada Allah inilah kemerdekaan yang hakiki. Ittiba’ kepada Sunnah Nabi adalah jalan orang-orang yang merdeka. Mereka terlepas dari perbudakan kepada makhluk menuju penghambaan kepada Rabbnya alam semesta!
Wallahul muwaffiq.
***
Repost, Purwodadi- Sidayu – Gresik : 7 Shofar 1446 H / 1 Agustus 2025
Penulus : Ustadz Ari Wahyudi, S.Si
Artikel : Al-Mubarok.com






