Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Salafi Tidak Bersatu tetapi Cenderung Berkelompok (Fenomena Saat Ini)

Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A. by Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
10 Agustus 2025
in TANYA JAWAB
Reading Time: 3 mins read
2
Home TANYA JAWAB

Salafi tidak bersatu tetapi cenderung berkelompok. Kalo memang al-haq bisa menyatukan, al-haq yang bagaimana? Atau kita melenceng dari al-haq? (Bang Alie Kopi – Tuban).

RELATED POST

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah

Puasa Awal Dzulhijjah

Jawab :

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وآله وصحبه أجمعين وبعد

Kecenderungan perpecahan di kalangan pendakwah kebenaran adalah sesuatu yang tidak bisa di hindarkan.

Renungilah firman Allah Ta’ala :

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Anfal: 46]

Ayat ini secara gamblang memerintahkan para sahabat supaya tetap di atas koridor taat kepada Allah dan Rasulullah ketika di medan perang, larangan untuk berpecah belah dan perintah bersabar supaya dapat kemenangan.

Yang jadi catatan penting di sini adalah sebab persatuan adalah ketaatan kepada Allah dan Rasul Nya. Sehingga jika terjadi pelanggaran terhadap satu saja dari aturan-Nya maka ini sudah bisa menjadi sebab perpecahan.

Dan sekarang siapa yang bisa untuk tidak jatuh pada pelanggaran terhadap ketentuan Allah dan Rasul-Nya?!!! Terlebih banyak kebodohan terhadap agama Islam itu sendiri.

Berapa yang sudah bisa berbahasa Arab?!!! Berapa yang sudah paham hukum-hukum Allah Ta’ala?!!! Belum lagi mempraktikkannya.

Jangan dikira jika seseorang sudah berilmu lantas dia terjamin tidak terjatuh pada kesalahan!!! Orang-orang Yahudi adalah contoh konkretnya di mana mereka selama ribuan tahun menikmati turunnya wahyu-wahyu langit kepada mereka sehingga mereka menjadi manusia yang paling berilmu di muka bumi ini, namun apa yang terjadi?? Mereka ternyata malah menjadi makhluk yang tidak mau diatur Allah Ta’ala.

Lantas kalau begitu jadi orang bodoh saja?!!!

Kawan yang Budiman, orang Arab dulu bertauhid, namun wahyu yang mereka terima tidak sebanyak bani Israel sejak nabi Ishaq sampai nabi Isa dapat wahyu terus.

Bangsa Arab hanya dapat wahyu ketika nabi Ismail ada, setelah beliau sampai nabi Muhammad baru dapat wahyu lagi.

Dampaknya apa??

Jelas kualitas ilmu mereka kalah dibanding bani Israel, sehingga mereka pun minder kepada orang-orang Syam yang di situ banyak bani Israelnya, sehingga mereka pun kagum kepada orang orang Syam.

Maka tatkala Amr bin Luhay Al Khuza’i salah satu pembesar bangsa Arab waktu itu datang ke Syam dan mendapati orang orang Syam ternyata banyak yang menyembah patung padahal mereka ahlu kitab (para ulama), maka dia pun menganggap ini baik dan membawanya ke tanah Arab dan tersebarlah kesyirikan lewat tangannya.

Berarti bodoh jelas menjadi malapetaka besar karena begitu mudah terpengaruh oleh budaya asing.

Lantas bagaimana solusinya?!!!

Ya tetap belajar agama supaya menjadi orang berilmu dan juga mensucikan hati biar tidak terjerumus seperti bani Israel.

Sampai sini masih mau jadi orang bodoh agama?!!! Bodoh terhadap hukum hukum Allah???

Bangkitlah kawan, belajarlah, karena ilmu itu adalah kunci kesuksesan dunia dan akhirat walaupun bukan jaminan.

Pelajaran berikutnya dari ayat di atas adalah para sahabat adalah manusia yang terbaik.

Terbaik hatinya, aqidahnya, akhlaknya, adabnya, dll.

Itupun mereka masih diajak bersatu, artinya apa???

Mereka pun punya potensi besar untuk terpecah sehingga senantiasa diingatkan supaya selalu bersatu dan tidak berpecah belah.

Maka jika sekelas para sahabat saja berpotensi besar untuk terpecah belah maka potensi itu lebih besar untuk terjadi pada kita saat ini.

Kalau begitu nggak usah jadi Salafi saja dech!!! Ribut mulu tiap hari

Kalau tidak mau jadi ahli sunnah terus mau jadi apa?

Apakah ada yang lebih baik dari ajaran ahlu sunnah salafus sholeh para sahabat?!!!

Syeikh Albani rahimahullah berkata :

الدعوة السلفية معصومة، أما من ينتسب إليها فليس معصوما

“Dakwah salafiyah adalah dakwah yang maksum selamat dari kesalahan, adapun yang mengaku sebagai Salafi maka dia tidak maksum selamat dari kesalahan.

Oleh karena itu ciri khas dakwah Sunnah adalah tidak fanatik kepada perseorangan kecuali hanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Dan ciri-ciri penyimpangan adalah fanatik buta kepada selain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Maka di sini kita sudah bisa memahami sumber perpecahan di antara kita sesama kaum muslimin pendakwah Sunnah dakwah Salafiyah.

Semoga Allah Ta’ala menyatukan hati kita untuk mau kembali kepada agama nya dengan mempelajari nya dengan cara yang benar supaya kita bisa menunaikan hak hak Allah dan semua yang berdampingan dengan kita.

***

Sidayu, malam Selasa 22 Dzulqodah 1446 H/19 Mei 2025 M

Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.

Artikel : Meciangi.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.

Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.

Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A adalah guru kami. Beliau aktif mengajar di Ponpes Al-Furqon al-Islami Srowo Sidayu Gresik Jawa Timur di beberapa cabang ilmu seperti ; Hadits, Ilmu Waris, Qowaid Fiqhiyyah dll. Beliau juga aktif mengajar di STDI Jember Jawa Timur hingga sekarang. Beliau adalah alumnus S2 Universitas Islam Madinah – KSA.

Related Posts

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
TANYA JAWAB

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah

5 Juni 2026
Puasa Awal Dzulhijjah
TANYA JAWAB

Puasa Awal Dzulhijjah

17 Mei 2026
Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
TANYA JAWAB

Kambing 1,7 Tahun Belum Powel

8 Mei 2026
Mulai dari yang Ringan
TANYA JAWAB

Ambil Ilmu dari Ahlul Bid’ah

8 Mei 2026
Imam Rukuk Makmum Sujud Tilawah
TANYA JAWAB

Imam Rukuk Makmum Sujud Tilawah

21 April 2026
Hewan yang Diawetkan
TANYA JAWAB

Hewan yang Diawetkan

8 Mei 2026
Next Post
Kuatkan Kemerdekaan

Kuatkan Kemerdekaan

Comments 2

  1. Avatar photo Syaf says:
    10 bulan ago

    Masya Allah. Jazakallahu khoir ustad atas pencerahannya

    Reply
    • Avatar photo Abu Dawud ad-Dombuwiyy says:
      10 bulan ago

      Wa anta jazaakallah khair…

      Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp