Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Sifat Tertawanya Allah

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
17 Juni 2025
in AQIDAH
Reading Time: 7 mins read
0
Home AQIDAH

Bismillah. Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, wa ba’du.

RELATED POST

Sihir dan Macam-Macamnya

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

Diantara sifat Allah ‘Azza wa Jalla yang  tetap bagi-Nya berdasarkan dalil dari as-Sunnah serta Ijma’ salaf yaitu sifat tertawa, dan wajib bagi setiap muslim dan muslimah menetapkan sifat tersebut tanpa tahrif (memalingkan maknanya), tanpa ta’thil (menolak sifat tersebut), tanpa takyif (membagaimakan sifat tersebut), dan tanpa tamtsil (mempermisalkan sifat tersebut dengan sifat makhluk). Dan sifat tertawa Allah adalah sifat yang hakiki, yang pantas bagi keagungan dan kebesaran Allah ‘Azza wa Jalla. Berkata Ibnu Qudamah al Maqdisi rahimahullah dalam Lum’atul I’tiqod :

.((وقوله ((يضحك الله إلى رجلين قتل أحدهما الآخر ثم يدخلان الجنة

Nabi bersabda : ((Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki yang salah satu dari mereka membunuh yang lainnya, namun keduanya masuk surga)). (Syarh Lum’atil I’tiqod, hal.32).

Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rahimahullah dalam syarahnya :

.الضحك من صفات الله الثابتة له بالسنة وإجماع السلف

قال النبي صلى الله عليه وسلم : ((يضحك الله إلى رجلين قتل أحدهما الآخر ثم يدخلان الجنة)). وتمام الحديث : ((يقاتل هذا في

 .سبيل الله فيقتل ثم يتوب الله على القتال فيستشهد)). متفق عليه

وأجمع السلف على إثبات الضحاق لله. فيجب إثباته له من غير تحريف ولا تعطيل ولا تكييف ولا تمثيل. وهو ضحك حقيقي يليق بالله تعالى

.وفسره أهل التعطيل بالثواب، ونرد عليهم بما سبق في القائدة الرابعة

“Tertawa termasuk sifat Allah yang tetap bagi-Nya dalam as-Sunnah dan ijma’ Salaf.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ((Allah tertawa kepada dua orang laki-laki yang salah satu dari keduanya membunuh yang lainnya, namun keduanya masuk surga)). Secara lengkap hadits ini : ((Orang yang satu berperang dijalan Allah lantas ia terbunuh kemudian Allah menerima taubat si pembunuh lalu dia mati syahid)). Muttafaqun ‘alaihi.

Dan Salaf telah bersepakat atas tetapnya sifat tertawa bagi Allah, maka wajib menetapkan sifat tersebut untuk Allah tanpa tahrif, tanpa ta’thil, tanpa takyif, dan tanpa tamtsil. Dan ia (yaitu tertawa tersebut) merupakan tertawa yang hakiki yang pantas bagi Allah Ta’ala.

Dan Ahlu ta’thil mentafsirkan sifat tertawa dengan pahala, dan kami bantah mereka dengan apa yang telah berlalu dari qoidah yang ke empat.” (Syarh Lum’atil I’tiqod, hal.32).

Kemudian berkata Ibnu Qudamah al-Maqdisi rahimahullah dalam lanjutannya :

فهذا وما أشبهه مما صح سنده وعدلت روايته، نؤمن به ولا نرده، ولا نجحده، ولا نتأوله بتأويل يخالف ظاهره، ولا نشبهه بصفات

«المخلوقين، ولا بسمات المحدثين، ونعلم أن الله سبحانه وتعالى لا شبيه له ولا نظير : «لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌۭ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ [الشوري : ١١]

وكل ما يخيل في الذهن أو خطر بالباب، فإن الله تعالى بخلافه

“Maka ini (yaitu sifat tertawanya Allah) dan yang serupa dengan itu dari apa-apa yang telah shohih sanadnya dan adil riwayatnya, kita beriman dengannya dan kita tidak menolaknya, dan tidak menta’wil dengan ta’wil yang menyelisihi dzohirnya, dan kita tidak pula menyerupakannya dengan sifat makhluk, dan tidak pula dengan memberikan ciri (karakteristik) baru, dan kitapun mengetahui bahwasanya Allah Subhaanahu wa Ta’ala tidak ada yang serupa dengan-Nya dan tidak pula ada yang sepadan dengan-Nya : «Artinya : “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”» [QS. Asy-Syura : 11].

Dan segala yang mengganggu pikiran atau yang membahayakan dalam bab ini, maka Allah Ta’ala menyelisihinya.” (Syarh Lum’atil I’tiqod, hal.33).

Faedah yang bisa diambil :

1. Tertawa termasuk diantara sifat-sifat Allah Ta’ala yang mulia.

2. Tertawanya Allah merupakan sifat yang ditetapkan berdasarkan dalil-dalil dari as-Sunnah.

3. Tertawanya Allah termasuk sifat Allah yang ditetapkan berdasarkan ijma salaf.

4. Tertawanya Allah tentu tidak sama dengan tertawanya makhluk, karena Allah tidak serapa dengan makhluk-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

«لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌۭ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ»

Artinya : “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura : 11).

5. Hadits tentang tertawanya Allah adalah hadits yang shohih disepakati oleh Al-Bukhari dan Muslim.

6. Tertawanya Allah adalah tertawa yang sifatnya hakiki, bukan kiasan atau majaz.

7. Wajib menetapkan sifat tertawa bagi Allah tanpa tahrif, tanpa ta’thil, tanpa takyif, dan tanpa tamtsil.

8. Pada hadits diatas Allah Ta’ala tertawa pada dua orang yang saling membunuh, tapi mereka sama-sama masuk surga.

9. Surga adalah balasan bagi orang-orang yang bertakwa diantaranya orang-orang yang berjihad dan mati syahid di jalan Allah.

10. Jihad yang dimaksudkan pada hadits diatas adalah jihad berhadap-hadapan langsung dengan musuh di medan pertempuran, bukan jihad yang keliru seperti aksi bom bunuh diri atau yang sejenis dengannya yang mencoreng wajah agama Islam.

11. Membunuh seorang muslim merupakan dosa besar dan pelakunya diancam masuk neraka berdasarkan firman Allah Ta’ala :

«وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًۭا مُّتَعَمِّدًۭا فَجَزَآؤُهُۥ جَهَنَّمُ خَـٰلِدًۭا فِيهَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُۥ وَأَعَدَّ لَهُۥ عَذَابًا عَظِيمًۭا»

Artinya : “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisaa’ : 93).

12. Dosa membunuh meskipun dosa besar tapi masih bisa diampuni oleh Allah Ta’ala asalkan pelakunya mau bertaubat kepada Allah dengan taubat yang nasuha. Berbeda dengan paham khowarij yang mengatakan pelaku dosa besar dia kafir, dan di akhirat dia kekal di neraka selama-lamanya.

13. Luasnya rahmat Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya ‘Azza wa Jalla :

«قَالَ عَذَابِىٓ أُصِيبُ بِهِۦ مَنْ أَشَآءُ ۖ وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍۢ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَـٰتِنَا يُؤْمِنُونَ»

Artinya : “Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami”. (QS. Al-A’raf : 156).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda tentang rahmat Allah mengalahkan kemarahan-Nya :

إن الله كتب كتابا عنده فوق العرش : ((إن رحمتى تغلب غضبي)). متفق عليه

((Sesungguhnya Allah telah menulis sebuah kitab disisi-Nya diatas ‘Arsy : Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemarahan-Ku)). Disepakati oleh Bukhari dan Muslim.” (Lum’atul I’tiqaad, hal.29).

14. Luasnya ampunan Allah Ta’ala sebagaimana firman-Nya ‘Azza wa Jalla :
 

«قُلْ يَـٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ»

Artinya : “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar : 53).

15. Allah Ta’ala  mencintai orang-orang yang bertaubat :

«إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلتَّوَّٰبِينَ وَيُحِبُّ ٱلْمُتَطَهِّرِينَ»

Artinya : “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqaroh : 222).

16. Sesatnya pemahaman ahlu ta’thil.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat untuk kita semua. Baarakallahu fiikum.
 
***
 

Repost, Sidayu Gresik : 5 Jumadil Awwal 1446 H / 7 November 2024

Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com
ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Sihir dan Macam-Macamnya
AQIDAH

Sihir dan Macam-Macamnya

15 April 2026
Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan
AQIDAH

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

19 Februari 2026
Bersumpah Dengan Nama Selain Allah
AQIDAH

Bersumpah Dengan Nama Selain Allah

11 Januari 2026
Hukuman Bagi Tukang Sihir
AQIDAH

Hukuman Bagi Tukang Sihir

8 Desember 2025
Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)
AQIDAH

Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)

4 November 2025
Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi
AQIDAH

Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi

6 November 2025
Next Post
Meminta Jabatan

Meminta Jabatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp