Saya yang mulai belajar hijrah, mengikuti kajian sunnah dan datang ke majelis ilmu, tapi disisi lain suami tidak mengijinkan untuk mengikutinya. Bagaimana hukumnya?
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد
Seorang wanita pada dasarnya wajib mentaati suaminya, tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan seizin suaminya.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
وليس للمرأة أن تخرج من بيتها إلا بإذن زوجها ، فإذا لم يأذن لم تخرج ، حتى لو أمرها أهلها بزيارتهم ، فحق الزوج مقدَّم على حقِّ أهلها
“Wanita tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali seizin suaminya, jika dia tidak mengizinkan maka istri tidak boleh keluar walaupun yang menyuruh adalah keluarganya; karena haknya suami lebih utama daripada haknya keluarga.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 6/409).
Begitu pula dalam masalah belajar ilmu agama seorang istri wajib meminta izin suaminya jika hal tersebut terkait dengan perkara perkara tambahan.
Syeikh bin Baz rahimahullah berkata :
لا حرج إذا منعها الزوج من الدراسة، وقد حصل لها ما ينفعها من جنس المبادئ الدينية
“Tidak mengapa suaminya melarangnya belajar/kuliah sedangkan dia sudah mendapatkan ilmu ilmu dasar agama yang bermanfaat untuknya.” (Lihat Fatawa bin Baz 2658).
Adapun jika ilmu yang dibutuhkan adalah ilmu ilmu yang terkait dengan hal hal yang wajib maka sang suami wajib mengajarinya ilmu tersebut, jika tidak maka haram baginya melarang istrinya belajar perkara-perkara darurat tersebut.
Rasulullah ﷺ bersabda :
كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يَمْلِكُ قُوتَهُ
“Cukup bagi seseorang mejadi dosa baginya ketika menghalagi orang yang di bawah tanggung jawabnya.” (HR. Muslim 996).
Syarbini rahimahullah yang merupakan ulama Syafi’i yang terkemuka berkata :
يجب على المرأة تعلم ما تحتاج إليه من أحكام الحيض والاستحاضة والنفاس فإن كان زوجها عالما لزمه تعليمها وإلا فلها الخروج لسؤال العلماء بل يجب ويحرم عليه منعها إلا أن يسأل هو ويخبرها فتستغني بذلك وليس لها الخروج إلى مجلس ذكر أو تعلم خير إلا برضاه
“Wanita wajib mempelajari perkara yang dia butuhkan dari hokum hokum terkait haid, istihadhoh dan nifas. Jika suaminya memiliki ilmunya maka dia wajib mengajari istrinya, jika tidak maka boleh baginya keluar rumah belajar bertanya kepada ulama bahkan wajib, dan haram atas suaminya melarang istrinya kecuali suaminya mau bertanya kemudian menyampaikan nya kepada istrinya sehingga dia tidak butuh keluar lagi. Dan istri tidak boleh keluar ke majlis dzikir atau mempelajari kebaikan kecuali dengan ridhonya.” (Lihat Mughni Muhtaj, Syarbini 1/120).
Jadi kesimpulannya si istri boleh keluar untuk belajar perkara perkara yang darurat saja yang terkait dengan kewajiban beragama dia.
Dan suami wajib menyayangi istrinya, dia wajib mengajarinya kebaikan, jika tidak mampu maka dia tidak boleh melarang istrinya belajar agama kepada para ulama.
Semoga bermanfaat.
***
Gresik, Malam Ahad 25 Dzulqo’dah 1445 H / 1 Juni 2024 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






