Do’a dan bacaan ayat Al Qur’an itu ibarat pedang, sehebat apapun kualitas pedang itu kalau pemiliknya tidak punya keahlian menggunakannya maka pedang itupun tidak begitu bermanfaat bagi pemiliknya, namun jika pedang itu ada ditangan seorang yang kuat dan ahli maka sekali tebaspun musuh akan langsung tersungkur.
Begitu pula dengan dzikir yang kita baca, semakin tinggi iman seseorang maka semakin bermanfaat dzikir yang dibacanya sebagai pelindung dari setan yang terkutuk.
Ibnu Jauzi rahimahullah berkata :
“Permisalan iblis dengan orang yang benar benar bertaqwa di banding dengan orang yang kadang taat kadang tidak itu seperti seseorang yang duduk dan di depannya ada makanan dan daging, maka datanglah anjing menggonggong, maka dia mengusirnya lantas anjingnya pun pergi.
Kemudian ada laki laki lain di depannya ada makanan dan daging yang didatangi anjing, dan tiap kali dia mengusirnya anjing itu tidak mau pergi.
Maka laki-laki yang pertama itu adalah orang yang benar-benar bertaqwa kemudian setan datang mengganggunya maka cukup sekali usir setan langsung pergi, adapun laki-laki kedua adalah orang yang kadang ta’at kadang tidak, sehingga setan tidak pergi ketika dia usir, kami berlindung kepada Allah dari setan”. (Kitab Alam Jin wa Syayatin 153).
***
Sidayu Gresik, Rabu 15 Dzulqodah 1442 H / 26 juni 2021 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






