Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Tarawih 4 Rokaat 1 Salam dan Sholat Iftitah

Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A. by Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
17 Maret 2025
in TANYA JAWAB
Reading Time: 3 mins read
0
Home TANYA JAWAB

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuh. Afwan ⁨Ustadz Yusuf Rustam⁩, pripun hukumipun sholat tarawih dengan cara:

RELATED POST

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah

Puasa Awal Dzulhijjah

(1) 4 rakaat secara langsung dengan 2 kali tasyahud yaitu diakhir rakaat kedua sebagai tasyahud awal, kemudian tasyahud akhir diakhir rakaat ke 4. Kemudian diakhiri dengan 1 salam.

(2) kemudian dari sisi bacaan, tatacaranya persis dengan tatacara sholat isya’ yaitu bacaan dijahr di 2 rakaat awal dan di sir di 2 rakaat terakhir.

Ana sedikit baca kalau disisi ulama madzhab Syafi’iyyah praktik seperti ini tidak sah, bagaimana dengan pendapat dikalangan ulama madzhab yang lainnya apakah praktik yang seperti ini diatas dalil yang bisa diterima?

Jawab :

Dari Aisyah radhiyallahu anha ditanya tentang shalat malamnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka berkata :

مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً ، يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ ، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا ، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثًا

“Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah melebihi 11 rakaat baik di Ramadhan maupun di yang lainnya, sholat 4 rakaat jangan tanya panjangnya dan indahnya, kemudian sholat 4 rakaat jangan tanya panjangnya dan indahnya, kemudian sholat 3 rakaat.” (HR. Bukhari 3569 dan Muslim 738).

Dan dalam riwayat yang lainnya disebutkan 13 rakaat.

Ibnu Hajar rahimahullah memandang bahwa 13 rakaat ini memiliki 2 kemungkinan :

يحتمل أنها أضافت إلى صلاة الليل سنة العشاء فإنها تصلي بالليل

“Kemungkinan pertama sunnah/ba’diyah isyanya di tambahkan ke sholat malam karena ba’diyah isya dikerjakan di malam.

ويحتمل أنها أضافت الركعتين الخفيفتين اللتين كان النبي صلى الله عليه وسلم يفتتح بهما صلاة الليل

“Kemungkinan kedua ada dua rakaat ringan dipakai iftitah/pembuka oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk sholat malam.” (Lihat Fathul bari 3/21).

Aisyah radhiyallahu anha berkata :

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ لِيُصَلِّيَ، افْتَتَحَ صَلَاتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ

“Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam jika sholat malam membukanya dengan iftitah 2 rakaat yang ringan.” (HR. Muslim 767).

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata :

إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْلِ، فَلْيَفْتَتِحْ صَلَاتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ

“Jika salah seorang dari kalian sholat malam maka iftitah lah dengan 2 rakaat yang ringan.” (HR. Muslim 768).

Namun mengerjakan sholat iftitah ini dengan cara berjamaah tidak dijumpai dari para salaf.

Dan apakah riwayat Aisyah radhiyallahu anha di atas yang menyebutkan sholat tarawih dikerjakan 4 rakaat maksudnya adalah 4 rakaat sekali salam?

Yang kuat dalam masalah ini adalah sholat 4 rakaat tersebut dilakukan dengan 2 salam, yaitu setiap 2 rakaat salam.

Hal ini bisa didapati dari hadits yang lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma :

سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ مَا تَرَى فِي صَلَاةِ اللَّيْلِ قَالَ: (مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خَشِيَ الصُّبْحَ صَلَّى وَاحِدَةً فَأَوْتَرَتْ لَهُ مَا صَلَّى).

“Ada laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan beliau sedang di atas mimbar tentang sholat malam, maka beliau menjawab:

Dua dua, jika khawatir subuh maka sholat satu rakaat untuk menutup sholat nya.” (HR. Bukhari 472 dan Muslim 749).

Ibnu Baththal dalam syarh Bukhari terhadap hadits Aisyah di atas berkata :

قول عائشة رضي الله عنها (يصلى أربعاً) ذلك مُرَتَّب على قوله صلى الله عليه وسلم: (صلاة الليل مثنى مثنى)؛ لأنه مفسِّرٌ وقاضٍ على المجمل، وقد جاء بيان هذا في بعض طرق هذا الحديث، روى ابن أبى ذئب، عن ابن شهاب، عن عروة، عن عائشة، قالت: (كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلى بالليل إحدى عشرة ركعة بالوتر، يسلم بين كل ركعتين) [رواه مسلم]

“Ucapan Aisyah radhiyallahu anha berkaitan erat dengan riwayat sholat malam dua dua, karena ini menjadi penafsir yang masih global.

Dan penjelasan ini (dua dua) diriwayatkan dari berbagai jalur, di antaranya riwayat Ibnu Abi Dzi’b dari Ibnu Syihab dari Urwah dari Aisyah radhiyallahu anha berkata :

“Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sholat malam 11 rakaat dengan witir, salam setiap dua rakaat.” (HR. Muslim. Lihat syarh Bukhari Ibnu Baththal 3/142).

Oleh karena itu para ulama memandang bahwa sholat tarawih 4 rakaat dengan 1 salam sebagai perkara yang menyelisihi syariat, di mana sebagian menganggap sholatnya masih sah, dan sebagian lagi menganggap nya tidak sah.

Khotib Asy Syarbini dari kalangan Syafi’i berkata :

لو صلى أربعاً بتسليمة: لم تصح؛ لأنه خلاف المشروع

“Kalau sholat 4 rakaat 1 salam maka sholat nya tidak sah karena menyelisihi syariat.” (Lihat mughni muhtaj 3/159).

Imam Al Bahuti Hambali berkata :

أو زاد على اثنتين ليلاً، ولو جاوز ثمانياً، علم العدد أو نسيه، بسلام واحد، كُرِه، وصح

“Jika lebih dari 2 rakaat pada malam hari atau bahkan melebihi 8 rakaat dengan 1 salam saja ini makruh dan sah.” (Lihat Kasyf Qonna’ 3/308).

***

Sidayu, Selasa 26 Sya’ban 1446 H/25 Februari 2025 M

Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A

Artikel : Meciangi.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.

Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.

Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A adalah guru kami. Beliau aktif mengajar di Ponpes Al-Furqon al-Islami Srowo Sidayu Gresik Jawa Timur di beberapa cabang ilmu seperti ; Hadits, Ilmu Waris, Qowaid Fiqhiyyah dll. Beliau juga aktif mengajar di STDI Jember Jawa Timur hingga sekarang. Beliau adalah alumnus S2 Universitas Islam Madinah – KSA.

Related Posts

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
TANYA JAWAB

Angkatlah Do’amu di Hari Arafah

5 Juni 2026
Puasa Awal Dzulhijjah
TANYA JAWAB

Puasa Awal Dzulhijjah

17 Mei 2026
Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
TANYA JAWAB

Kambing 1,7 Tahun Belum Powel

8 Mei 2026
Mulai dari yang Ringan
TANYA JAWAB

Ambil Ilmu dari Ahlul Bid’ah

8 Mei 2026
Imam Rukuk Makmum Sujud Tilawah
TANYA JAWAB

Imam Rukuk Makmum Sujud Tilawah

21 April 2026
Hewan yang Diawetkan
TANYA JAWAB

Hewan yang Diawetkan

8 Mei 2026
Next Post
Padi Basah Untuk Bayar Zakat

Padi Basah Untuk Bayar Zakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp