Assalamualaikum warahmatullahi wa barakaatuh. Afwan Ustadz Yusuf Rustam, pripun hukumipun sholat tarawih dengan cara:
(1) 4 rakaat secara langsung dengan 2 kali tasyahud yaitu diakhir rakaat kedua sebagai tasyahud awal, kemudian tasyahud akhir diakhir rakaat ke 4. Kemudian diakhiri dengan 1 salam.
(2) kemudian dari sisi bacaan, tatacaranya persis dengan tatacara sholat isya’ yaitu bacaan dijahr di 2 rakaat awal dan di sir di 2 rakaat terakhir.
Ana sedikit baca kalau disisi ulama madzhab Syafi’iyyah praktik seperti ini tidak sah, bagaimana dengan pendapat dikalangan ulama madzhab yang lainnya apakah praktik yang seperti ini diatas dalil yang bisa diterima?
Jawab :
Dari Aisyah radhiyallahu anha ditanya tentang shalat malamnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka berkata :
مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً ، يُصَلِّي أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ ، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا ، فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّي ثَلاَثًا
“Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah melebihi 11 rakaat baik di Ramadhan maupun di yang lainnya, sholat 4 rakaat jangan tanya panjangnya dan indahnya, kemudian sholat 4 rakaat jangan tanya panjangnya dan indahnya, kemudian sholat 3 rakaat.” (HR. Bukhari 3569 dan Muslim 738).
Dan dalam riwayat yang lainnya disebutkan 13 rakaat.
Ibnu Hajar rahimahullah memandang bahwa 13 rakaat ini memiliki 2 kemungkinan :
يحتمل أنها أضافت إلى صلاة الليل سنة العشاء فإنها تصلي بالليل
“Kemungkinan pertama sunnah/ba’diyah isyanya di tambahkan ke sholat malam karena ba’diyah isya dikerjakan di malam.
ويحتمل أنها أضافت الركعتين الخفيفتين اللتين كان النبي صلى الله عليه وسلم يفتتح بهما صلاة الليل
“Kemungkinan kedua ada dua rakaat ringan dipakai iftitah/pembuka oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk sholat malam.” (Lihat Fathul bari 3/21).
Aisyah radhiyallahu anha berkata :
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ لِيُصَلِّيَ، افْتَتَحَ صَلَاتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
“Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam jika sholat malam membukanya dengan iftitah 2 rakaat yang ringan.” (HR. Muslim 767).
Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam berkata :
إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْلِ، فَلْيَفْتَتِحْ صَلَاتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
“Jika salah seorang dari kalian sholat malam maka iftitah lah dengan 2 rakaat yang ringan.” (HR. Muslim 768).
Namun mengerjakan sholat iftitah ini dengan cara berjamaah tidak dijumpai dari para salaf.
Dan apakah riwayat Aisyah radhiyallahu anha di atas yang menyebutkan sholat tarawih dikerjakan 4 rakaat maksudnya adalah 4 rakaat sekali salam?
Yang kuat dalam masalah ini adalah sholat 4 rakaat tersebut dilakukan dengan 2 salam, yaitu setiap 2 rakaat salam.
Hal ini bisa didapati dari hadits yang lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma :
سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ مَا تَرَى فِي صَلَاةِ اللَّيْلِ قَالَ: (مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خَشِيَ الصُّبْحَ صَلَّى وَاحِدَةً فَأَوْتَرَتْ لَهُ مَا صَلَّى).
“Ada laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan beliau sedang di atas mimbar tentang sholat malam, maka beliau menjawab:
Dua dua, jika khawatir subuh maka sholat satu rakaat untuk menutup sholat nya.” (HR. Bukhari 472 dan Muslim 749).
Ibnu Baththal dalam syarh Bukhari terhadap hadits Aisyah di atas berkata :
قول عائشة رضي الله عنها (يصلى أربعاً) ذلك مُرَتَّب على قوله صلى الله عليه وسلم: (صلاة الليل مثنى مثنى)؛ لأنه مفسِّرٌ وقاضٍ على المجمل، وقد جاء بيان هذا في بعض طرق هذا الحديث، روى ابن أبى ذئب، عن ابن شهاب، عن عروة، عن عائشة، قالت: (كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يصلى بالليل إحدى عشرة ركعة بالوتر، يسلم بين كل ركعتين) [رواه مسلم]
“Ucapan Aisyah radhiyallahu anha berkaitan erat dengan riwayat sholat malam dua dua, karena ini menjadi penafsir yang masih global.
Dan penjelasan ini (dua dua) diriwayatkan dari berbagai jalur, di antaranya riwayat Ibnu Abi Dzi’b dari Ibnu Syihab dari Urwah dari Aisyah radhiyallahu anha berkata :
“Adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sholat malam 11 rakaat dengan witir, salam setiap dua rakaat.” (HR. Muslim. Lihat syarh Bukhari Ibnu Baththal 3/142).
Oleh karena itu para ulama memandang bahwa sholat tarawih 4 rakaat dengan 1 salam sebagai perkara yang menyelisihi syariat, di mana sebagian menganggap sholatnya masih sah, dan sebagian lagi menganggap nya tidak sah.
Khotib Asy Syarbini dari kalangan Syafi’i berkata :
لو صلى أربعاً بتسليمة: لم تصح؛ لأنه خلاف المشروع
“Kalau sholat 4 rakaat 1 salam maka sholat nya tidak sah karena menyelisihi syariat.” (Lihat mughni muhtaj 3/159).
Imam Al Bahuti Hambali berkata :
أو زاد على اثنتين ليلاً، ولو جاوز ثمانياً، علم العدد أو نسيه، بسلام واحد، كُرِه، وصح
“Jika lebih dari 2 rakaat pada malam hari atau bahkan melebihi 8 rakaat dengan 1 salam saja ini makruh dan sah.” (Lihat Kasyf Qonna’ 3/308).
***
Sidayu, Selasa 26 Sya’ban 1446 H/25 Februari 2025 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






