Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Tujuan Diciptakan Jin dan Manusia

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
19 Februari 2024
in AQIDAH
Reading Time: 4 mins read
0
Home AQIDAH

Bismillah. Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wa ba’du.

RELATED POST

Sihir dan Macam-Macamnya

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

Allah menciptakan Jin dan Manusia bukan tanpa maksud dan tujuan, tapi Allah menciptakan mereka untuk beribadah kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman :

«وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ»

Artinya : “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Berkata Ibnu Katsir mengenai tafsir ayat diatas :

أي إنما خلقتهم لآمرهم بعبادتي لا لاختيابي إليهم. وقال علي بن أبي راجعون ابن عباس «إِلَّا لِيَعْبُدُونِ» إلا ليقروا بعبادتي طوعا أو كرها. وهذا اختيار ابن جرير وقال ابن جرير : إلا ليعرفون، وقال الربيع ابن أنس «إِلَّا لِيَعْبُدُونِ» أي إلا للعبادة، وقال السدي : من العبادة ما ينفع ومنها ما لا ينفع «وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ ۚ قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ» هذه منهم عبادة وليس ينفعهم مع الشرك، وقال الضحاك المراد بذلك المؤمنون.

“Maksudnya, Aku  menciptakan mereka dengan tujuan untuk menyuruh mereka beribadah kepada-Ku, bukan karena Aku membutuhkan mereka. Berkata Ali bin Thalhah dari Ibnu Abbas, «إِلَّا لِيَعْبُدُونِ» “Melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” Artinya, melainkan supaya mereka mau tunduk beribadah kepada-Ku, baik secara sukarela maupun terpaksa. Dan itu pula yang menjadi pilihan Ibnu Jarir dan berkata Ibnu Jarir : “Yaitu supaya mereka mengenal-Ku.” Berkata Rabii’ bin Anas, «إِلَّا لِيَعْبُدُونِ» maksudnya tidak lain kecuali untuk beribadah. As-Suddi mengatakan : “Diantara ibadah itu ada yang bermanfaat dan ada yang tidak bermanfaat.” «وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ» “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Ini merupakan ibadahnya mereka dan tidak bermanfaat bagi mereka ibadah tersebut bersama adanya kesyirikan. Berkata Adh-Dhohak : “Yang dimaksud dengan hal itu adalah orang-orang yang beriman.” [Tafsiir Ibni Katsiir, hal. 4/204]

Berkata Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah mengenai surat Adz-Dzariyat diatas :

هذه الغاية التي خلق الله الجن والإنس لها، وبعث جميع الرسل يدعون إليها، وهي عبادته المتضمنة لمعرفته ومحبته، والإنابة إليه والإقبال عليه، والإعراض عمن سواه، وذلك يتضمن معرفته تعالى، فإن تمام العبادة، متوقف على المعرفة بالله، بل كلما ازداد العبد معرفة لربه، كانت عبادته أكمل، فهذا الذي خلق الله المكلفين لأجله.

“Ini merupakan tujuan yang Allah ciptakan jin dan manusia karenanya, dan mengutus seluruh rasul agar mereka menyeru kepada tujuan itu, yaitu beribadah kepada Allah yang meliputi mengenal-Nya dan mencintai-Nya, bertaubat kepada-Nya, dan mendekat kepada-Nya, dan berpaling dari selain-Nya, dan hal itu termasuk mengenal Allah Ta’ala, karena sesungguhnya sempurnanya suatu ibadah berhenti pada mengenal Allah, bahkan setiap kali seorang hamba bertambah ia mengenal Rabbnya, maka ibadahnya-pun menjadi lebih sempurna, dan inilah tujuan Allah menciptakan al-mukallafiin (Jin dan Manusia) karena alasan tersebut.” [Taisiirul Kariimir Rahmaan fii Tafsiiri Kalaamil Mannaan, hal. 813]

Faedah yang bisa diambil :

1. Huruf ما pada ayat diatas bermakna penafian sedangkan huruf إلا adalah itsbat (penetapan) yang maknanya, Allah tidak menciptakan Jin dan Manusia dengan tujuan lain, kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

2. Makna لِيَعْبُدُوْنِ (supaya mereka beribadah kepada-Ku) yaitu لِيُوَحِّدُوْنِ (supaya mereka mentauhidkan-Ku).

3. Makna ibadah yaitu suatu nama yang mencakup apa-apa yang dicintai oleh Allah dan diridhoi-Nya baik perkataan maupun perbuatan, yang nampak maupun tersembunyi sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyyah rahimahullah :

العبادة اسم جامع لكل ما يحب الله ويرضاه، من الأقوال والأعمال الظاهرة والباطنة.

“Ibadah yaitu suatu nama yang mencakup setiap apa-apa yang dicintai Allah dan diridhoi-Nya, baik ucapan maupun perbuatan yang nampak maupun yang tersembunyi.” [Fathul Majiid Syarh Kitaabit Tauhiid, hal. 14].

4. Allah menciptakan Jin dan Manusia bukan karena Allah butuh pada mereka, sebab Allah adalah Dzat yang tidak membutuhkan siapapun, tapi Allah menciptakan mereka tidak lain hanya untuk beribadah.

5. Pada ayat 56 surat Adz-Dzariyat diatas terkandung tauhid rububiyyah, karena Allah adalah Al-Khaliq (Pencipta) yaitu yang Menciptakan segala sesuatu sebagaimana firman-Nya :

«ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًۭا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌۭ فِى ٱلْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍۢ فَقَدَّرَهُۥ تَقْدِيرًۭا»

Artinya : “Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.” (QS. Al-Furqon : 2)

6. Tauhid Rububiyyah melazimkan tauhid uluhiyyah sebagaimana firman Allah Ta’ala :

«ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ فِرَٰشًۭا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءًۭ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءًۭ فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًۭا لَّكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا۟ لِلَّهِ أَندَادًۭا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ»

Artinya : “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqaroh : 22)

7. Pada ayat diatas terkandung juga tauhid uluhiyyah, karena Allah menciptakan manusia dengan tujuan untuk beribadah, sedangkan beribadah merupakan perbuatan hamba, dan tauhid uluhiyyah yaitu mengesakan Allah dalam perbuatan-perbuatan hamba atau mengesakan Allah dalam beribadah

8. Jin adalah makhluk yang semisal dengan kita, Allah lebih dahulu menciptakan mereka daripada Manusia. Allah ciptakan mereka dari api sedangkan manusia diciptakan dari tanah.

9. Jin dan Manusia merupakan dua golongan yang berbeda alam, namun keduanya mendapatkan pembebanan syariat yang sama dari Allah ‘Azza wa Jalla.

10. Jin sebagaimana Manusia ada yang ahlus sunnah ada yang ahlul bid’ah, ada yang bertauhid dan ada yang berbuat syirik, ada yang mu’min dan ada juga yang kafir sebagaimana firman Allah :

«قُلْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّهُ ٱسْتَمَعَ نَفَرٌۭ مِّنَ ٱلْجِنِّ فَقَالُوٓا۟ إِنَّا سَمِعْنَا قُرْءَانًا عَجَبًۭا. يَهْدِىٓ إِلَى ٱلرُّشْدِ فَـَٔامَنَّا بِهِۦ ۖ وَلَن نُّشْرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدًۭا. وَأَنَّهُۥ تَعَـٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَـٰحِبَةًۭ وَلَا وَلَدًۭا»

Artinya : “Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur’an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur’an yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami. Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.” (QS. Al-Jin : 1-3)

11. Wajibnya beriman tentang perkara-perkara yang ghoib yang datang dari Al-Qur’an dan As-Sunnah meskipun itu diluar jangkauan aqal kita.

12. Beriman tentang perkara ghoib termasuk diantara rukun-rukun iman kepada Allah.

13. Tidak ada yang mengetahui perkara-perkara ghoib kecuali Allah.

Dan masih banyak faedah lainnya. Semoga yang sedikit ini bermanfaat.

Dompu-Nusa Tenggara Barat, 18 Shofar 1443 H/25 September 2021

***

Penulis: Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Artikel: Meciangi.com

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Sihir dan Macam-Macamnya
AQIDAH

Sihir dan Macam-Macamnya

15 April 2026
Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan
AQIDAH

Jauhi 7 Dosa Besar yang Membinasakan

19 Februari 2026
Bersumpah Dengan Nama Selain Allah
AQIDAH

Bersumpah Dengan Nama Selain Allah

11 Januari 2026
Hukuman Bagi Tukang Sihir
AQIDAH

Hukuman Bagi Tukang Sihir

8 Desember 2025
Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)
AQIDAH

Tafsir Ayat Tauhid (bagian 5)

4 November 2025
Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi
AQIDAH

Ketika Syirik dianggap Budaya dan Tradisi

6 November 2025
Next Post
Larangan Mencaci-maki Sesembahan Orang-orang Kafir

Larangan Mencaci-maki Sesembahan Orang-orang Kafir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp