Apakah ada do’a khusus dari Rasulullah ﷺ ketika berbuka puasa dan ketika sahur?
Jawaban Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin :
“Adapun ketika sahur, tidak aku dapati ada do’a khusus, namun ada do’a-do’a yang umum ketika makan dan minum pada setiap keadaan. Seperti, membaca “Bismillah” ketika ketika ingin makan atau minum, dan mengucapkan “Alhamdulillah” ketika selesai. Nabi ﷺ bersabda kepada anak Abu Salamah (anak sambung beliau) :
يا غلام، سمِّ اللهَ، وكُلْ بيمينك، وكُلْ مما يليك))، فما زالت تلك طُعمتي بعد؛ متفق عليه
“Wahai nak, ucapkanlah “bismillah” ketika hendak makan, kemudian makanlah dengan tangan kanan, dan makanlah apa yang paling dekat denganmu.” (HR. al-Bukhari: 5601, Muslim:2022)
Dan Nabi ﷺ dalam hadits yang lain juga mengabarkan:
إنَّ اللهَ ليرْضَى عَنِ العبْدِ أنْ يأكلَ الأكلَةَ فيحمَدَه عليها، أو يَشْربَ الشَّرْبَةَ فيحمَدَه عليها
“Sesungguhnya Allah Ta’ala ridho kepada seorang hamba yang ketika makan ia memuji Allah, atau memuji-Nya ketika minum.” (HR. Muslim: 2734)
Adapun yang dilakukan sebagian masyarakat yaitu ketika selesai makan sahur mengucapkan do’a:
اللهُمَّ نَوَيْتُ الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
“Ya Allah, aku niat puasa sampai malam”
Ini adalah sesuatu yang tidak ada dalilnya (bid’ah), karena niat yang dilafazkan pada setiap ibadah itu bid’ah, tidak sedikitpun ada nash yang bersumber dari Nabi ﷺ bahwa beliau mengucapkan “nawaitu kadza wa kadza.”
Bahkan ketika wudhu pun Nabi ﷺ tidak mengatakan (nawaitu an atawaddha’), tidak juga shalat, tidak juga ketika hendak puasa. Yang demikian karena niat tempatnya di hati, karena niat adalah keinginan pada sesuatu dan bertekad atasnya. Dan Allah ‘Azza wa Jalla Maha Mengetahui apa yang terbetik dalam hati, sebagaimana firman-Nya:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ ۖوَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ اِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيٰنِ عَنِ الْيَمِيْنِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيْدٌ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ
Artinya : “Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh dirinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya). Yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tidak ada suatu kata pun yang terucap, melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (Qaf: 16-18).
Adapun do’a ketika berbuka telah datang dari Nabi ﷺ pada banyak hadits, diantaranya:
ذهب الظمأُ وابتلَّت العروقُ وثبت الأجرُ إن شاء اللهُ
“Telah hilang rasa dahaga, telah basah kerongkongan, dan telah tetap ganjaran Insyaa Allah” (HR. Abu Dawud: 2357).
Apabila seseorang berdoa ketika berbuka dengan doa yang ia sukai berupa permohonan ampunan, rahmat, agar amalnya diterima dan yang lain-lain maka ini bagus, karena do’a orang yang berpuasa ketika berbuka Mustajab insya Allah.
Sumber: Fatawa Nur ‘ala Darb
***
Surabaya, 1 Ramadhan 1445 H/12 Maret 2024
Alih Bahasa : Muhammad Dimas Prasetyo
Artikel : Meciangi.or.id






