Rabu, Agustus 5, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Pemimpin yang Dzolim Buah dari Rakyatnya yang Dzolim

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
1 Agustus 2026
in MANHAJ
Reading Time: 4 mins read
0
Home MANHAJ

Bismillah. Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin. Wa ba’du.

RELATED POST

Mendengar dan Taat Kepada Pemimpin

Jangan Cela Pemimpinmu

Allah memilihkan kepada suatu negeri pemimpin yang dzolim karena sebab rakyatnya yang dzolim. Tidak mungkin Allah memilihkan pemimpin seperti Abu Bakar jika rakyatnya adalah kita. Tugas kita adalah introspeksi diri dan banyak bertaubat, karena balasan setiap amalan itu sesuai dengan perbuatannya.

Allah Ta’ala berfirman :

هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ

Artinya : “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (QS. Ar-Rahman : 60)

Dan balasan keburukan adalah keburukan yang serupa. Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى. قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا. قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى

Artinya : “Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. Dia berkata, ‘Ya Tuhanku, mengapa Engkau mengumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?. (Allah) berfirman, ‘Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, tetapi engkau mengabaikannya; maka demikian pula pada hari ini engkau diabaikan.'” (QS. Ṭaha: 124-126).

Karena itu pemimpin yang dzolim buah dari rakyatnya yang dzolim. Perhatikan ucapan Ibnu Abil Izz al-Hanafi rahimahullah :

 وعن عوف بن مالك، عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، قال: خيار ائمتكم الذين تحبونهم ويحبونكم، وتصلون عليهم، ويصلون عليكم، وشرار ائمتكم الذين تبغضونهم ويبغضونكم، وتلعنونهم ويلعنونكم، فقلنا: يا رسول الله، أفلا ننابذهم بالسيف عند ذلك؟ قال: لا، ما أقاموا فيكم الصلاة، ألا من ولي عليه وال، فرآه يأتي شيئا من معصية الله، فليكره ما يأتي من معصية الله، ولا ينزعن يدا من طاعة

فقد دل الكتاب والسنة على وجوب طاعة أولي الأمر، ما لم يأمروا بمعصية، فتأمل قوله تعالى: أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم [النساء: ٥٩] كيف قال: وأطيعوا الرسول، ولم يقل: وأطيعوا أولي الأمر منكم؟ لأن أولي الأمر لا يفردون بالطاعة، بل يطاعون فيما هو طاعة لله ورسوله، وأعاد الفعل مع الرسول لأنه من يطع الرسول، فقد أطاع الله، فإن الرسول لا يأمر بغير طاعة الله، بل هو معصوم في ذلك، وأما ولي الأمر، فقد يأمر بغير طاعة الله، فلا يطاع إلا فيما هو طاعة لله ورسوله

وأما لزوم طاعتهم وإن جاروا، فلأنه يترتب على الخروج عن طاعتهم من المفاسد أضعاف ما يحصل من جورهم، بل في الصبر على جورهم تكفيرالسيئات، ومضاعفة الأجور، فإن الله تعالى ما سلطهم علينا إلا لفساد أعمالنا، والجزاء من جنس العمل، فعلينا الاجتهاد في الاستغفار والتوبة وإصلاح العمل، قال تعالى: ﴿وما أصابكم من مصيبة فبما كسبت أيديكم ويعفوا عن كثير﴾ [الشورى: ٣٠]، وقال تعالى: ﴿أو لما أصابتكم مصيبة قد أصبتم مثليها قلتم أنى هذا قل هو من عند أنفسكم﴾ [آل عمران: ١٦٥]، وقال تعالى: ﴿ما أصابك من حسنة فمن الله وما أصابك من سيئة فمن نفسك﴾ [النساء: ٧٩]، وقال تعالى: ﴿وكذلك نولي بعض الظالمين بعضا بما كانوا يكسبون﴾ [الأنعام: ١٢٩]. فإذا أراد الرعية أن يتخلصوا من ظلم الأمير الظالم، فليتركوا الظلم

وعن مالك بن دينار: أنه جاء في بعض كتب الله: أنا الله مالك الملوك، قلوب الملوك بيدي، فمن أطاعني، جعلتهم عليه رحمة، ومن عصاني، جعلتهم عليه نقمة، فلا تشغلوا أنفسكم بسب الملوك، لكن توبوا أعطفهم عليكم

Dan dari Auf bin Malik, dari Rasulullah semoga Allah menyanjungnya dan memberi keselamatan kepadanya, beliau bersabda: ((Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, serta kalian mendoakan (kebaikan) untuk mereka dan mereka pun mendoakan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, serta kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian)).

Maka kami bertanya: “Wahai Rasulullah, bolehkah kami memerangi mereka dengan pedang ketika itu terjadi?”

Beliau menjawab: ((Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Ketahuilah, barangsiapa yang dipimpin oleh seorang pemimpin, lalu dia melihat pemimpinnya itu melakukan sesuatu dari tindakan maksiat kepada Allah, maka hendaklah dia membenci apa yang dilakukannya dari maksiat kepada Allah tersebut, dan janganlah sekali-kali dia melepas ketaatan kepada pemimpin itu)).

Maka sungguh al-kitab dan sunnah telah menunjukkan atas wajibnya menaati ulil amri, selama mereka tidak memerintahkan kepada maksiat. Maka renungkanlah firman Allah Ta’ala (yang artinya): “Taatilah Allah dan taatilah Rasul, serta ulil amri di antara kamu” [An-Nisa: 59].

Bagaimana Dia berfirman: وأطيعوا الرسول ((Dan taatilah rasul)), namun tidak berfirman: وأطيعوا أولي الأمر منكم؟ (Dan taatilah ulil amri di antara kamu”?).

Karena sesungguhnya ulil amri tidak ditaati secara mutlak, melainkan mereka ditaati dalam hal yang merupakan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya saja. Dan Allah mengulang kata kerja وأطيعوا (taatilah) pada kalimat rasul karena barangsiapa yang menaati rasul, maka sungguh dia telah menaati Allah. Sebab sesungguhnya rasul tidak akan memerintahkan selain ketaatan kepada Allah, bahkan beliau terjaga dalam hal itu. Adapun pemimpin, maka terkadang ia memerintahkan kepada selain ketaatan kepada Allah, sehingga ia tidak boleh ditaati kecuali semata-mata dalam hal yang merupakan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya.

Adapun keharusan menaati mereka walaupun mereka berbuat dzalim, hal itu karena dampak yang timbul akibat keluar dari ketaatan kepada mereka berupa kerusakan, itu berlipat ganda daripada kerusakan yang timbul akibat kedzaliman mereka. Bahkan, di dalam bersabar atas kedzaliman mereka terdapat penghapusan dosa dan pelipatgandaan pahala, karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah memberikan kekuasaan kepada mereka atas kita (memimpin kita) melainkan disebabkan oleh rusaknya amal perbuatan kita sendiri, dan balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan. Maka wajib atas kita untuk bersungguh-sungguh dalam beristighfar, bertaubat, dan memperbaiki amal perbuatan.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” [Asy-Syura: 30].

Dan Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: ‘Dari mana datangnya (kekalahan) ini?’ Katakanlah: ‘Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri'” [Ali ‘Imran: 165].

Dan Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri” [An-Nisa: 79].

Dan Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang yang dzalim itu menguasai sebagian yang lain disebabkan apa yang telah mereka kerjakan” [Al-An’am: 129].

Maka apabila rakyat ingin selamat dari kedzaliman pemimpin yang dzalim, hendaklah mereka meninggalkan kedzaliman.

Dan dari Malik bin Dinar: Bahwasanya telah termaktub dalam sebagian kitab-Kitab Allah: “Aku adalah Allah, Penguasa para raja. Hati para raja berada di tangan-Ku. Barangsiapa yang menaati-Ku, niscaya Aku jadikan mereka (para raja) sebagai rahmat baginya. Dan barangsiapa yang mendurhakai-Ku, niscaya Aku jadikan mereka sebagai siksaan/petaka baginya. Maka janganlah kalian menyibukkan diri kalian dengan mencerca para raja, akan tetapi bertaubatlah kalian, niscaya Aku akan lembutkan hati mereka kepada kalian.” (Syarh al-Aqidah ath-Thohawiyyah, 2/181-182)

***

Repost, Purwodadi – Sidayu – Gresik, 17 Shofar 1448 H / 1 Agustus 2026 M

Penulis : Abu Dawud ad-Dumbuwiyy

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Mendengar dan Taat Kepada Pemimpin
MANHAJ

Mendengar dan Taat Kepada Pemimpin

22 Juni 2026
Jangan Cela Pemimpinmu
MANHAJ

Jangan Cela Pemimpinmu

15 Juni 2026
Belum Ada Judul
MANHAJ

Belum Ada Judul

18 April 2026
Umat Islam Terpecah menjadi 73 Golongan
MANHAJ

Umat Islam Terpecah menjadi 73 Golongan

9 Mei 2026
MANHAJ

Rincian Hukum Nasyid

22 Desember 2025
Bahaya Candu Musik dan Cinta Kepada Para Musisi Beserta Obatnya
MANHAJ

Bahaya Candu Musik dan Cinta Kepada Para Musisi Beserta Obatnya

4 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Pemimpin yang Dzolim Buah dari Rakyatnya yang Dzolim
  • Sunnah Memakai Peci
  • Kita Kaum Muslimin
  • Dzikir Memiliki Kedudukan yang Tinggi

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp