الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد
Tukar menukar antara uang dengan emas secara kredit hukum asalnya haram karena masuk kategori riba Nasiah.
Namun bagaimana jika tukar menukar antara uang dengan barang non alat tukar secara kredit tetapi pihak penjual minta emas atau perak kepada pembeli sebagai jaminan?
Allah Ta’ala memerintahkan hambanya yang hutang piutang untuk menulisnya sebagai bukti adanya hutang dan juga jaminan yang dipegang oleh yang berpiutang jika tidak ada yang menulis akad hutang piutang tersebut.
وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ
Artinya : “Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang).” (QS. Al Baqarah 283).
Ayat ini sifatnya umum mencakup gadai/jaminan apa saja termasuk emas dan perak.
Sehingga boleh bagi pihak yang ambil kredit/hutang untuk memberikan emas ataupun perak senilai barang yang dihutang sebagai jaminan atau gadai.
Lajnah Daimah ditanya terkait penjual yang meminta jaminan emas kepada pembeli yang beli barang nya secara kredit sebagai jaminan menjawab:
طلبك ممن يشتري منك بضاعة بدين مؤجل أن يرهن مقابل ذلك الدين ما يعادله من الذهب أو نحوه جائز شرعا ؛ لثبوت الرهن بالكتاب والسنة والإجماع ، إذ إن حقيقة الرهن توثقة دين بعين يجوز بيعها شرعا ، ليستوفى الدين من الرهن أو من ثمنه ، إذا تعذر استيفاء الدين من المدين
“Permintaan mu kepada yang memberi barangmu secara hutang dengan memberi jaminan emas dan yang lainnya senilai barang utang, maka ini hukum nya boleh secara syar’i.
Ini dikarenakan tetapnya hukum gadai/jaminan dalam kitab dan sunnah dan ijma’, di mana hakikat gadai adalah sesuatu yang dipegang atas hutang berbentuk barang yang bisa dijual untuk menutupi hutang jika tidak terbayar.” (Lihat Fatawa Lajnah Daimah 11/141).
Dengan demikian akad gadai ini berbeda dengan akad tukar menukar dimana alat tukar seperti uang dll jika ditukar dengan emas maka tidak boleh ditunda, alias harus selesai dalam majlis jual beli.
***
Sumberrejo, Senin 17 Ramadhan 1446 H/17 Maret 2025 H
Penulis : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






