Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Bahaya Meninggalkan Sholat

Abu Dawud ad-Dombuwiyy by Abu Dawud ad-Dombuwiyy
9 November 2025
in FIQH
Reading Time: 6 mins read
0
Home FIQH

Bismillah, alhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin, wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi ajma’iin, wa ba’du.

RELATED POST

Orang Tua yang Melarat adalah Tanggungan Anaknya

Gambaran Ilmu Fiqh, Qowaid Fiqhiyyah dan Ushul Fiqh

Fenomena meninggalkan sholat 5 waktu di tengah-tengah masyarakat dan kaum muslimin bukan hal yang asing lagi, bahkan kita sering menyaksikan anak-anak muda dan orang-orang tua tidak tergerak hatinya untuk mendatangi masjid dalam rangka melaksanakan sholat 5 waktu secara berjamaah. Sebenarnya mereka mendengar suara adzan, mereka juga sehat wal afiat, memiliki waktu luang, bahkan tidak ada satu udzur syar’i-pun ada pada mereka, tapi hati yang mengeras menghalangi mereka untuk bersujud kepada Allah.

Definisi Sholat

الصلاة لغة: الدعاء، وسُمِّيَتِ الصلاةُ الشرعيةُ صلاةً لاشتمالها عليه، وبهذا قال الجمهور من أهل اللغة وغيرهم من أهل التحقيق

قال الله تعالى: ﴿وَصَلِّ عَلَيْهِمْ﴾ أَيْ: ادعُ لهم
وقال صلى الله عليه وسلم: «إذا دُعِيَ أحدُكم فليُجِبْ، فإن كان صائمًا فليُصَلِّ…» أَيْ: لِيَدْعُ لِصَاحِبِ الطَّعَامِ

والصلاةُ في الاصطلاحِ: التَّعبُّدُ للهِ تعالى بأقوالٍ وأفعالٍ معلومةٍ مفتتحةٍ بالتكبير، مختتمةٍ بالتسليم، بشرائطَ مخصوصةٍ

Sholat secara bahasa : berarti doa. Shalat secara syar‘i dinamakan shalat karena mengandung doa di dalamnya. Pendapat ini dikemukakan oleh mayoritas ahli bahasa dan para ulama ahli tahqiq.

Allah Ta‘ala berfirman (yang artinya) : “Dan bershalawatlah atas mereka” (QS. At-Taubah: 103), yakni: berdoalah untuk mereka.

Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Apabila salah seorang di antara kalian diundang (makan), maka hendaklah ia memenuhi undangan itu. Jika ia sedang berpuasa, maka hendaklah ia berdoa (untuk tuan rumah).” Maksudnya: mendoakan pemilik makanan.

Sedangkan makna sholat secara istilah : yaitu beribadah kepada Allah Ta‘ala dengan ucapan dan perbuatan tertentu yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan.” (Shohiih Fiqhis Sunnah, hal.220)

Sholat Merupakan Rukun Islam

Sholat 5 waktu merupakan rukun Islam yang sangat agung. Telah datang hadits yang shohih mengenai hal ini dalam kitab shohih Bukhari dan Muslim bahwasanya :

عن أبي عبد الرحمان عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((بين الإسلام على خمس : شهادة أن لا اله الا الله، وأن محمدا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وحج بيت، وصوم رماضان)). رواه البخاري و مسلم

Dari Abu Abirrahman Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda : ((Islam dibangun diatas lima perkara : Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, haji ke baitullah, berpuasa di bulan ramadhan)). Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. (Ad-Durar As-Saniyyah bi Fawaaid al-Arba’in an-Nawawiyyah, hal.22)

Dalam konteks yang lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

عن أبي عبد الرحمان عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ((بين الإسلام على خمس : شهادة أن لا اله الا الله، وأن محمدا رسول الله، وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان، وحج بيت الله الحرام من استطاع إليه سبيلا

Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda : ((Islam dibangun diatas lima perkara : Bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan ramadhan, dan haji ke baitullah al-haram bagi yang mampu)). (Al-Fiqhui Al-Muyassar fii Dhou’il Kitaab was Sunnah, hal.149)

Dari hadits-hadits diatas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa sholat  5 waktu merupakan salah satu dari rukun Islam yang sangat agung.

Sholat adalah Kewajiban

Sholat 5 waktu merupakan kewajiban yang telah diketahui oleh seluruh kaum muslimin dan muslimah secara pasti. Kewajiban sholat 5 waktu telah disebutkan dalam hadits yang sangat panjang, yaitu hadits tentang Isra’ dan mi’rajnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dengan potongan haditsnya sebagai berikut :

قال ابن حزم وأنس بن مالك : قال النبي صلى الله عاليه وسلم : ((فرض الله -عز وجل- على أمتي خمسين صلاة، فرجعت بذلك، حتى مررت على موسى، فقال ما فرض الله لك على أمتك؟ قلت : فرض خمسين صلاة، قال : فارجع إلى ربك، فإن أمتك لا تطيق ذلك، فراجعني فوضع شطرها، فرجعت إلى موسي، قلت : وضع شطرها، فقال : راجع ربك، فإن أمتك لا تطيق، فراجعت فوضع شطرها، فرجعت إليه فقال : ارجع إلى ربك، فإن أمتك لا تطيق ذلك، فراجعته، فقال : هي خمس، وهي خمسون، لا يبدل القول لدي، فرجعت إلى موسى، فقال : راجع ربك، فقلت : استحييت من ربي، ثم انطلق بي حتى انتهى بي إلى سدرة المنتهى، وغشيها الوان لا أدري ما هي، ثم أدخلت الجنة، فإذا فيها حبائل الؤلؤ، وإذا ترابها المسك

“Ibnu Hazm dan Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ((Allah ‘Azza wa Jalla telah mewajibkan atas umatku lima puluh kali shalat. Maka aku kembali (dengan ketetapan itu), hingga aku melewati (Nabi) Musa. Ia bertanya, ‘Apa yang diwajibkan Allah atas umatmu?’ Aku menjawab, ‘Lima puluh kali shalat.’ Ia berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu, karena umatmu tidak akan sanggup melaksanakannya.’ Maka aku kembali (kepada Allah), lalu Allah mengurangi setengahnya. Aku kembali lagi kepada Musa dan berkata, ‘Telah dikurangi setengahnya.’ Musa berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu, karena umatmu tidak akan sanggup.’ Lalu aku kembali lagi, dan Allah mengurangi setengahnya lagi. Aku kembali kepada Musa, dan ia berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu, karena umatmu tidak akan sanggup.’ Aku pun kembali lagi (kepada Allah), maka Allah berfirman, ‘(Kewajiban shalat itu) lima (waktu), tetapi nilainya sama dengan lima puluh. Ucapan-Ku tidak dapat diubah.’ Aku kembali kepada Musa, dan ia berkata, ‘Kembalilah kepada Tuhanmu.’ Aku menjawab, ‘Aku malu kepada Tuhanku.’

Kemudian aku dibawa terus hingga sampai ke Sidratul Muntaha, dan pohon itu diliputi oleh warna-warna yang aku tidak tahu apa sebenarnya. Lalu aku dimasukkan ke dalam surga; di sana aku melihat tali-tali dari mutiara, dan tanahnya dari kasturi)).” (HR. Al-Bukhari no.349, dan Muslim no.163, hal.92)

Pada hadits diatas Allah telah menetapkan wakilnya sholat 5 waktu tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap Allah ketika Isra’ dan Mi’raj dan ketika itu Allah Ta’ala berbicara langsung dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallami. Ini menunjukkan tentang keutamaan sholat 5 waktu.

Kafirnya Orang yang Mengingkari Salah Satu dari Rukun Islam diantaranya Mengingkari Kewajiban Sholat

Karena sholat lima waktu merupakan rukun Islam yang sangat agung, maka meninggalkannya termasuk dosa besar yang bisa mengkafirkan dan mengelarkan dari Islam. Tidak ada suatu perkara yang jika ditinggalkan akan bisa membuat kafir pelakunya kecuali meninggalkan sholat. Ini menunjukkan bahwa sholat memiliki kedudukan yang sangat penting, bahkan sholat adalah tiangnya agama. Barangsiapa yang mengingkari akan wajibnya sholat 5 waktu yang ia merupakan salah satu dari rukun-rukun Islam, maka pelakunya bisa keluar dari Islam alias murtad alias kafir berdasarkan ijma’. Para ulama diantaranya Asy-Syaikh Bandar bin Nafi mengatakan dalam menjelaskan hadits diatas :

.أن من ترك شيئا من هذه الأركان جاحدا لوجوبه فهو كافر
وأما إذا تركه تهاونا وكسلا، فالصحيح أنه لا يكفر الا بترك الصلاة، لقوله صلى الله عليه وسلم : ((العهد الذي بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر)). رواه الترمذي وصححه 
.وقال : ((بين الرجل وبين الفكر والشرك ترك الصلاة)). رواه مسلم 

وقال عبد الله بن شقيق : ((كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يرون شيئا من الأعمال تركه كفر غير الصلاة)). رواه .الترمذي

“Bahwasannya barangsiapa yang meninggalkan satu saja dari rukun-rukun ini dalam rangka mengingkari tentang wajibnya, maka dia kafir.

Adapun apabila meninggalkannya karena meremehkan atau malas, maka yang shohih bahwa hal itu tidak mengkafirkan kecuali meninggalkan sholat, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: ((Perjanjian yang ada antara kami dan antara mereka adalah sholat barangsiapa yang meninggalkan sholat maka sungguh dia telah kafir)). Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dia menshohihkannya.

Nabi bersabda : (((Pembatas) antara seorang laki-laki dengan kekufuran dan kesyirikan yaitu meninggalkan sholat)). Diriwayatkan oleh Muslim.

Dari Abdullah bin Syaqiq : ((Dahulu para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mereka tidak melihat sesuatu amalan yang jika ditinggalkan akan mengkafirkan kecuali (meninggalkan) sholat)). Diriwayatkan oleh Tirmidzi. (Ad-Durar As-Saniyyah bi Fawaaid al-Arba’in an-Nawawiyyah, hal. 23)
 

Orang yang Meninggalkan Sholat Secara Terus-menerus Dia dianggap Murtad Oleh Para Ulama

Asy-Syaikh Bandar bin Nafi mengatakan :

.فمن أصر على ترك الصلاة وجب قتله لأنه مرتد. إذ كيف يصر على تركها، وهي عمود الإسلام ومن أعظم أركان

“Barangsiapa yang terus menerus meninggalkan sholat, wajib dibunuh karena dia telah murtad. Sebab bagaimana dia bisa terus-menerus meninggalkan sholat padahal sholat adalah tiang agama dan merupakan rukun Islam yang paling agung.” (Ad-Durar As-Saniyyah bi Fawaaid al-Arba’in an-Nawawiyyah, hal. 23)

Perkataan para ulama tentang bolehnya membunuh orang yang terus menerus meninggalkan sholat karena orang yang terus menerus meninggalkan sholat dianggap murtad dari agama Islam. Tentunya dalam hal ini kita harus berhati-hati, karena butuh perincian dan melihat kepada pendapat-pendapat para ulsulama lainnya. Semoga bermanfaat.

Faedah yang bisa di ambil :

1. Sholat termasuk rukun Islam yang sangat penting

2. Yang menunjukkan pentingnya syariat sholat 5 waktu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung menghadap Allah di atas langit demi menerima syariat sholat 5 waktu tersesebut

3. Sholat 5 waktu termasuk amalan fardhu yang Allah wajibkan untuk mukallaf

4. Mengingkari salah satu rukun dari Islam dalam rangka mengingkari akan wajibnya maka pelakunya kafir berdasarkan ijma’

5. Meninggalkan salah satu dari rukun Islam karena meremehkan atau malas, seperti meninggalkan puasa atau zakat atau haji yang shohih pelakunya tidak kafir kecuali meninggalkan sholat

6. Barangsiapa yang terus menerus meninggalkan sholat, menurut para ulama diantaranya Asy-Syaikh Bandar bin Nafi pelakunya wajib dibunuh karena dia dianggap telah murtad dari agama Islam. Asy-Syaikh mengatakan : “Barangsiapa yang terus menerus meninggalkan sholat, wajib dibunuh karena dia telah murtad. Sebab bagaimana dia bisa terus menerus meninggalkan sholat padahal sholat adalah tiang agama dan merupakan rukun Islam yang paling agung.” Selesai ucapan beliau. Dan tentunya yang dapat memfonis kafir mereka serta yang yang dapat menerapkan hukum-hukum tertentu terhadap mereka adalah ‘ulil amri, yaitu para ulama serta umara‘ (pemerintah), bukan kita.

7. Sholat termasuk pembeda antara Islam dan kekafiran

Wallahu a’lam.

***

Repost, Grand Sahara Purwodadi Sidayu Gresik : 17 Syawwal 1441 H / 11 November 2025

Penulis : Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Artikel : Meciangi-d.blogspot.com

ShareTweetPin
Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Abu Dawud ad-Dombuwiyy

Penuntut ilmu dengan nama Erwin Gunawan, S.T. Pernah belajar kepada para asatidzah di Yogyakarta, diantaranya Ustadz Ahmad Halim, Ustadz Sa'id Abu Ukkasyah, Ustadz Ahmad MZ, Ustadz Ari Wahyudi, Ustadz Abu Isa, Ustadz Aris Munandar dan Ustadz Afifi Abdul Wadud dan para asatidzah lainnya. Alumni Ma'had al-Furqon al-Islamiy Srowo Sidayu Gresik. Alumni S1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Related Posts

Orang Tua yang Melarat adalah Tanggungan Anaknya
FIQH

Orang Tua yang Melarat adalah Tanggungan Anaknya

21 Januari 2026
Gambaran Ilmu Fiqh, Qowaid Fiqhiyyah dan Ushul Fiqh
FIQH

Gambaran Ilmu Fiqh, Qowaid Fiqhiyyah dan Ushul Fiqh

11 Januari 2026
Bacaan Tasyahud bagi Makmum Masbuq Ketika Imam sedang Tasyahud Akhir
FIQH

Bacaan Tasyahud bagi Makmum Masbuq Ketika Imam sedang Tasyahud Akhir

5 Oktober 2025
Jamak dan Qoshor Sholat Ketika Karnaval
FIQH

Jamak dan Qoshor Sholat Ketika Karnaval

4 Oktober 2025
Anak Kecil Sholat Berjamaah apakah Memotong Shof Sholat
FIQH

Anak Kecil Sholat Berjamaah apakah Memotong Shof Sholat

12 September 2025
Suami Sabar Terhadap Istri atau Istri yang Harus Sabar Terhadap Suami?
FIQH

Suami Sabar Terhadap Istri atau Istri yang Harus Sabar Terhadap Suami?

1 September 2025
Next Post

Tiada Puncak pada Kesabaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp