Bismillah Wassholaatu Wassalaamu ‘alaa Rosulillah
Hijrah adalah salah satu momen yang sangat penting dalam sejarah Islam. Tidak hanya dipahami sebagai peristiwa perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, hijrah memiliki makna yang lebih dalam dalam konteks spiritual dan sosial. Hijrah menunjukkan tekad dan niat untuk meninggalkan segala bentuk kemaksiatan, serta berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan cara yang lebih baik. Perjalanan Nabi Muhammad ﷺ dari Mekkah ke Madinah merupakan contoh hijrah yang menunjukkan kesungguhan dalam memperjuangkan agama dan mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Melalui artikel ini, kita akan membahas mengapa hijrah itu penting dalam Islam, serta mengaitkannya dengan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Makna Hijrah dalam Islam
Hijrah dalam pengertian umum adalah berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Dalam konteks Islam, hijrah memiliki makna yang lebih luas, yakni meninggalkan segala bentuk keburukan dan menuju kebaikan, serta menjauhi hal-hal yang dapat menjauhkan kita dari Allah. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad ﷺ merupakan simbol perjuangan dalam menegakkan agama Islam, mencari tempat yang lebih aman untuk beribadah, dan mengembangkan dakwah Islam.
Hijrah juga meliputi konsep spiritual, di mana seseorang meninggalkan perilaku buruk, dosa, dan kebiasaan yang menyimpang untuk menuju kepada kebaikan, amal shaleh, dan kehidupan yang sesuai dengan syariat Islam. Hijrah bukan hanya soal perpindahan fisik, tetapi juga perpindahan dalam hal pemikiran, niat, dan sikap hidup.
Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أُو۟لَٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al Baqarah: 218)
Ayat ini menunjukkan bahwa hijrah merupakan bagian dari perjuangan seorang Muslim untuk mencari keridhaan Allah. Mereka yang berhijrah bukan hanya meninggalkan tempat yang penuh dengan kesulitan dan kemaksiatan, tetapi juga berjuang untuk menegakkan agama Allah. Allah menjanjikan ampunan dan rahmat-Nya bagi mereka yang berhijrah dengan niat yang tulus.
Allah Ta’ala juga berfirman:
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَهَاجَرُوا۟ وَجَٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ
Artinya: Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. (At Taubah: 20)
Ayat ini menegaskan bahwa hijrah merupakan salah satu cara untuk meraih derajat yang tinggi di sisi Allah. Orang-orang yang beriman dan berhijrah sambil berjihad adalah orang-orang yang mendapat kemenangan, baik di dunia maupun di akhirat.
2. Hijrah sebagai Proses Spiritual
Secara spiritual, hijrah berarti berusaha memperbaiki diri dan meninggalkan segala keburukan yang ada dalam diri kita, baik itu berupa dosa-dosa kecil atau besar. Dalam hal ini, hijrah bukan sekadar berpindah tempat atau melarikan diri dari suatu keadaan, tetapi lebih kepada perubahan yang terjadi dalam diri seseorang untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Hijrah bukan hanya sekedar perjalanan fisik, tetapi juga sebuah perjalanan batin yang melibatkan perubahan diri. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمَن يُهَاجِرْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدْ فِى ٱلْأَرْضِ مُرَٰغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَن يَخْرُجْ مِنۢ بَيْتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدْرِكْهُ ٱلْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Artinya: “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. An Nisa: 100)
Ayat ini menunjukkan bahwa hijrah yang dimaksud bukan hanya hijrah secara fisik, tetapi juga dalam hal iman dan amal. Orang yang berhijrah mengharapkan rahmat dan ampunan Allah, serta berusaha untuk meningkatkan kualitas hidupnya di jalan Allah.
Hijrah memiliki dua aspek utama: hijrah secara fisik, yaitu pindah dari daerah yang tidak aman atau daerah yang penuh dengan kemaksiatan ke tempat yang lebih baik, dan hijrah secara spiritual, yaitu meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan menghindari perilaku buruk. Hijrah yang diterima oleh Allah adalah hijrah yang dilakukan karena-Nya, dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menegakkan agama-Nya. Niat yang salah akan membuat hijrah tersebut hanya menjadi perjuangan duniawi semata.
Rasulullah ﷺ bersabda:
Artinya: “Barang siapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya akan diterima oleh Allah. Dan barang siapa yang berhijrah untuk mendapatkan dunia atau untuk menikahi seorang wanita, maka hijrahnya hanya untuk tujuan tersebut.” (HR. Tirmidzi)
3. Hijrah dalam Kehidupan Sehari-hari
Hijrah dalam kehidupan sehari-hari bisa berarti meninggalkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih baik. Contohnya, berhenti dari kebiasaan berbohong, merokok, atau perbuatan yang dilarang dalam agama, dan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih positif seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan ibadah dan amal shaleh.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده، والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه
Artinya: “Seorang Muslim adalah orang yang selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.” (HR. Bukhari No. 10)
Hadis ini menunjukkan bahwa hijrah bukan hanya perpindahan fisik, tetapi juga mencakup perubahan sikap, perilaku, dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.
4. Hijrah sebagai Tindakan untuk Meningkatkan Diri
Hijrah juga bisa dipandang sebagai langkah untuk memperbaiki diri. Sebagai contoh, hijrah dari tempat yang penuh dengan godaan dan maksiat menuju lingkungan yang lebih mendukung untuk beribadah dan berbuat baik. Hijrah menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas diri dan memperbaharui niat dalam beragama.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَإِنَّهُۥ يَتُوبُ إِلَى ٱللَّهِ مَتَابًا
Artinya: Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. (Al Furqan: 71)
Hijrah spiritual pertama-tama melibatkan pertobatan. Seseorang yang ingin berhijrah secara spiritual harus meninggalkan dosa-dosa yang pernah dilakukan, baik itu dosa kecil maupun besar, dan berjanji untuk tidak mengulanginya. Dalam hal ini, hijrah berarti meninggalkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan perilaku yang lebih baik.
Pelajaran dari Hijrah
Hijrah memberikan banyak pelajaran berharga bagi umat Islam, di antaranya:
- Kekuatan Iman: Hijrah menunjukkan bahwa seorang Muslim harus memiliki tekad dan keberanian untuk melakukan perubahan demi kebaikan, meskipun harus menghadapi tantangan dan pengorbanan.
- Kesabaran: Hijrah juga mengajarkan kesabaran. Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat menghadapi berbagai kesulitan saat melakukan hijrah, tetapi mereka tetap sabar dan tawakal kepada Allah.
- Keutamaan Niat: Hijrah juga mengajarkan bahwa niat yang tulus karena Allah adalah kunci dalam setiap langkah yang diambil. Niat yang baik akan membawa seseorang untuk mendapatkan pahala dan keberkahan.
Kesimpulan
Hijrah dalam Islam memiliki makna yang sangat dalam dan luas. Tidak hanya sekadar perpindahan fisik, tetapi juga perpindahan dalam aspek spiritual dan sosial. Hijrah mengajarkan kita untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan hijrah, seorang Muslim diharapkan dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjaga kesucian hati dan perilaku.
Sebagai umat Islam, kita dapat menjadikan hijrah sebagai momentum untuk memperbaiki diri, baik dalam hal iman, amal, maupun interaksi sosial. Hijrah adalah tanda bahwa seorang Muslim berusaha untuk meraih kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat. Dengan menjadikan hijrah sebagai bagian dari perjalanan hidup kita, semoga kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik, lebih dekat dengan Allah, dan lebih bermanfaat bagi umat.
Wallahu a’lam
…
“Hijrah adalah bukti bahwa perubahan untuk menjadi lebih baik itu dimulai dari langkah pertama. Setiap langkah hijrah adalah tanda kesungguhan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah.”
***
Girisekar, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, 22 Rajab 1446 H/22 Januari 2025 M.
Ditulis oleh : Muhammad Dimas Prasetyo
Artikel : Meciangi.or.id






