Sabtu, Juni 6, 2026
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
NEWSLETTER
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI
No Result
View All Result
Meci Angi | Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi
No Result
View All Result

Jamak dan Qoshor Sholat Ketika Karnaval

Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A. by Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
4 Oktober 2025
in FIQH
Reading Time: 2 mins read
0
Home FIQH

Karnaval bisa mubah dan bisa terlarang tergantung kegiatan di dalamnya karena inti dari karnaval ada perayaan.

RELATED POST

Orang Tua yang Melarat adalah Tanggungan Anaknya

Gambaran Ilmu Fiqh, Qowaid Fiqhiyyah dan Ushul Fiqh

Dan perayaan dalam Islam terkadang boleh dan terkadang tidak boleh.

Dia diperbolehkan jika ada perintahnya dalam syariat atau itu adalah perayaan yang sangat insidental seperti penduduk Madinah merayakan kedatangan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Atau seperti menyambut kedatangan para pahlawan dari peperangan dan berbagai macam perayaan insidental lainnya yang sifatnya mubah.

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata :

ويسمع المسلمون بالمدينةِ مَخرجَ رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ من مكةَ ، فكانوا يَغدونَ كلَّ غداةٍ إلى الحَرَّةِ ، فينتظرونه حتى يَرُدَّهم حَرُّ الظهيرةِ ، فانطلقوا أيضًا بعد ما أطالوا انتظارَهم ، فلما أووا إلى بيوتِهم ، أوفَى رجلٌ من اليهودِ على أَطَمٍ من آطامِهم لأمرٍ ينظرُ إليه ، فبصر برسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ وأصحابِه مُبيضِينَ ، يزولُ بهم السَّرابُ ، فلم يملِكِ اليهوديُّ ، أن قال بأعلى صوتِه : يا معشرَ العربِ هذا جَدُّكم الذي تنتظرونَ . فثار المسلمون إلى السِّلاحِ ، فتلقَّوا رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ بظَهرِ الحَرَّةِ

“Penduduk Madinah mendengar kabar perginya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari Mekkah, maka mereka setiap pagi menyambut kedatangan nya sampai akhirnya mereka kembali ketika panas sudah semakin menyengat.

Mereka pun kembali setelah berhari-hari menanti kedatangan beliau.

Maka tatkala mereka kembali ke rumah-rumah mereka ternyata ada seorang Yahudi melihat kedatangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya memakai baju putih setelah sirnanya pandangan fatamorgana dari atas benteng mereka.

Maka si Yahudi pun tidak bisa mengendalikan dirinya sehingga berteriak dengan suara yang keras :

Wahai orang-orang Arab, telah datang yang selama ini kalian tunggu-tunggu.

Maka orang-orang pun berbondong-bondong membawa senjata mereka menyambut kedatangan beliau di tengah terik nya matahari.” (HR. Bukhari 3906).

Namun jika perayaan tersebut berisi maksiat-maksiat, suara sound horeg, joget joget laki-laki wanita, kostum busana yang sama sekali bukan busana muslim, wanita berpakaian ketak, tidak berkerudung dan bahkan banyak lebih menyerupai gaya dan model perayaan orang-orang kafir maka hal ini sudah barang tentu menjadi karnaval yang diharamkan.

Sehingga jika seseorang menghadiri acara-acara seperti ini apakah diperbolehkan menjamak dan menqoshor sholat?

Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini.

Jumhur ulama memandang tidak boleh menqoshor sholat kecuali untuk safar yang mubah saja, adapun jika safar tersebut untuk maksiat maka tidak boleh menqoshor sholat.

Dan pendapat kedua memandang tetap bolehnya menqoshor sholat walaupun safarnya berisi maksiat.

Al Baji rahimahullah berkata :

وأمَّا سفر المعصية، فالمشهورُ من مذهب مالك: أنَّه لا تُقصَر فيه الصلاة، وبه قال الشافعيُّ، وروى زيادُ بن عبد الرحمن عن مالكٍ: أنَّه تُقصَر فيه الصَّلاة، وبه قال أبو حنيفة

“Adapun safar maksiat, maka yang masyhur dari madzhabnya Malik tidak boleh diqoshor, dan ini juga pendapat Syafi’iyah.

Dan diriwayatkan dari Ziad bin Abdurrahman dari Malik :

Boleh menqoshor sholat, dan ini pendapat Abu Hanifah.” (Lihat Al Muntaqo 1/261).

***

Sidayu, Selasa 10 rabiul awwal 1447 H/2 September 2025 M

Penulis : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A

Artikel : Meciangi.or.id

ShareTweetPin
Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.

Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.

Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A adalah guru kami. Beliau aktif mengajar di Ponpes Al-Furqon al-Islami Srowo Sidayu Gresik Jawa Timur di beberapa cabang ilmu seperti ; Hadits, Ilmu Waris, Qowaid Fiqhiyyah dll. Beliau juga aktif mengajar di STDI Jember Jawa Timur hingga sekarang. Beliau adalah alumnus S2 Universitas Islam Madinah – KSA.

Related Posts

Orang Tua yang Melarat adalah Tanggungan Anaknya
FIQH

Orang Tua yang Melarat adalah Tanggungan Anaknya

21 Januari 2026
Gambaran Ilmu Fiqh, Qowaid Fiqhiyyah dan Ushul Fiqh
FIQH

Gambaran Ilmu Fiqh, Qowaid Fiqhiyyah dan Ushul Fiqh

11 Januari 2026
Bahaya Meninggalkan Sholat
FIQH

Bahaya Meninggalkan Sholat

9 November 2025
Bacaan Tasyahud bagi Makmum Masbuq Ketika Imam sedang Tasyahud Akhir
FIQH

Bacaan Tasyahud bagi Makmum Masbuq Ketika Imam sedang Tasyahud Akhir

5 Oktober 2025
Anak Kecil Sholat Berjamaah apakah Memotong Shof Sholat
FIQH

Anak Kecil Sholat Berjamaah apakah Memotong Shof Sholat

12 September 2025
Suami Sabar Terhadap Istri atau Istri yang Harus Sabar Terhadap Suami?
FIQH

Suami Sabar Terhadap Istri atau Istri yang Harus Sabar Terhadap Suami?

1 September 2025
Next Post
Bacaan Tasyahud bagi Makmum Masbuq Ketika Imam sedang Tasyahud Akhir

Bacaan Tasyahud bagi Makmum Masbuq Ketika Imam sedang Tasyahud Akhir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TENTANG KAMI

Website meciangi.or.id adalah situs dakwah Islam yang dikelola oleh Forum Kajian Mahasiswa Meci Angi. Diantara kegiatan utama dakwah kami adalah Ma'had Meci Angi. Ma'had Meci Angi merupakan tempat menimba ilmu para penuntut ilmu yang berpijak pada pemahaman shalafus sholeh. Diantara kegiatan utamanya adalah pembelajaran bahasa arab seperti nahwu, shorof, belajar baca kitab, mengadakan daurah syar'iyyah, menerbitkan buletin serta kegiatan kegiatan dakwah lainnya.

Alamat sekretariat Website: Jln. Lintas Sumbawa, Gg. Potlot no.14. Lingkungan Rasa Bou - Kelurahan Kandai Dua - Kecamatan Woja - Kabupaten Dompu - NTB 84218.

Follow us

Terbaru

  • Angkatlah Do’amu di Hari Arafah
  • Puasa Awal Dzulhijjah
  • Kambing 1,7 Tahun Belum Powel
  • Biografi Syaikhuna wa Waliduna Aunur Rafiq bin Ghufron bin Hamdan

Kategori

  • ADAB DAN AKHLAQ
  • AL-QUR'AN
  • AQIDAH
  • BAHASA ARAB
  • BANTAHAN
  • BIOGRAFI
  • BULETIN MECI ANGI
  • E-BOOK
  • FATWA ULAMA
  • FIQH
  • KHUTBAH JUM'AT
  • KITAB ULAMA
  • MANHAJ
  • MUTIARA SALAF
  • QOIDAH FIQH
  • SIROH
  • SYAIR
  • TAFSIR
  • TANYA JAWAB
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • USHUL FIQH
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
  • FIQH DAN MUAMALAH
  • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
  • LAINNYA

© 2024 by mantapp

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • BELAJAR ISLAM
    • AQIDAH
    • MANHAJ
  • FIQH DAN MUAMALAH
    • FIQH
    • QOIDAH FIQH
    • USHUL FIQH
  • TAZKIYATUN NUFUS
    • ADAB DAN AKHLAQ
    • TAZKIYATUN NUFUS
  • DOWNLOAD
    • E-BOOK
    • BULETIN MECI ANGI
    • KITAB ULAMA
    • REKAMAN KAJIAN
  • LAINNYA
    • FATWA ULAMA
    • TAFSIR
    • SIROH
    • KHUTBAH JUM’AT
    • BAHASA ARAB
    • BANTAHAN
    • TANYA JAWAB
    • MUTIARA SALAF
    • BIOGRAFI

© 2024 by mantapp