Banyak didapati orang yang sedang sholat berjamaah membuat shof sholat di antara tiang masjid.
Mari kita lihat bagaimana duduk perkara ini!
Dari Abdul Hamid bin Mahmud berkata:
صَلَّيْنَا خَلْفَ أَمِيرٍ مِنْ الْأُمَرَاءِ ، فَاضْطَرَّنَا النَّاسُ فَصَلَّيْنَا بَيْنَ السَّارِيَتَيْنِ ، فَلَمَّا صَلَّيْنَا قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ : (كُنَّا نَتَّقِي هَذَا عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
“Kami sholat di belakang salah seorang pangeran, maka orang-orang mendorong-dorong kami sehingga kami terpaksa sholat di antara dua tiang, maka setelah sholat Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata:
Dulu kami sangat menghindari hal ini di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Tirmidzi 229 dan dishahihkan Albany).
Ibnu Muflih rahimahullah berkata:
وَيُكْرَهُ لِلْمَأْمُومِ الْوُقُوفُ بَيْنَ السَّوَارِي , قَالَ أَحْمَدُ : لِأَنَّهَا تَقْطَعُ الصَّفّ
“Makruh bagi makmum berdiri di antara tiang tiang, imam Ahmad berkata: karena itu memutus shof.” (Lihat Al Furu’ 2/39).
Lantas jika masjid sudah penuh sesak dan tidak ada tempat lagi kecuali di antara dua tiang bagaimana?
Lajnah Daimah saudia berkata:
يكره الوقوف بين السواري إذا قطعن الصفوف ، إلا في حالة ضيق المسجد وكثرة المصلين
“Makruh berdiri di antara tiang-tiang jika itu memutus shof, kecuali dalam kondisi masjid penuh sesak dan orang sholat begitu banyak.” (Lihat Fatawa Lajnah Daimah 5/295).
***
Masjid Nabawi, malam Senin 9 Syawal 1446 H/6 April 2025 M
Penulis : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, B.A., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






