Bagaimana hukum wali santri takziyah ke salah satu Ustadz di pondok pesantren dengan membawa hadiah?
Jawab:
Dalam pertanyaan ini ada dua kasus dalam satu paket.
Pertama adalah takziah yang hukumnya adalah sunnah
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
من عزى مصابا فله مثل أجره
“Siapa yang takziah kepada orang yang tertimpa musibah maka dia mendapatkan pahala semisal dengannya.” (HR. Tirmidzi).
Kedua adalah hadiah kepada pegawai yang hukumnya haram
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنِ اسْتَعْمَلْنَاهُ عَلَى عَمَلٍ فَرَزَقْنَاهُ رِزْقًا، فَمَا أَخَذَ بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ غُلُولٌ
“Siapa yang kami sewa untuk suatu pekerjaan dan sudah kami kasih gaji, maka apa yang dia ambil di luar itu adalah ghulul.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Albany).
Dan secara kaedah ketika ada haram dan halal berkumpul jadi satu maka hukumnya adalah haram.
Sehingga solusinya adalah boleh bagi wali santri takziah dengan membawa hadiah dengan cara cari orang lain yang non wali santri untuk menyerahkan hadiah tersebut sehingga hilang keharaman hadiah kepada pegawai yang hukumnya sama dengan sogok atau suap.
***
Manyar – Gresik, Selasa 26 Rabiul Awwal 1448 H/8 September 2026 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, B.A., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






