Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مُروا أولادَكم بالصلاةِ وهم أبناءُ سبعِ سنينَ واضربوهُم عليها وهمْ أبناءُ عشرٍ
“Perintahkan anak anak kalian untuk sholat ketika mereka usia 7 tahun, dan pukul lah mereka ketika 10 tahun.” (HR. Abu Dawud 495 dan dishahihkan Albany).
Hadits ini menunjukkan bahwa anak usia 7 tahun sudah sah sholat berjama’ah nya dan shaf nya sudah dianggap bersambung.
Sehingga jika anak usia dibawah 7 tahun apakah boleh dibawa atau ikut sholat ke Masjid?
Imam Malik rahimahullah Ta’ala ditanya terkait masalah ini maka beliau menjawab :
إن كان لا يعبث لصغره ، ويُكَفُ إذا نُهي فلا أرى بهذا بأسا ، وإن كان يعبث لصغره فلا أرى أن يؤتى به إلى المسجد
“Kalau dia tidak usil, berhenti jika dilarang maka saya melihat ini tidak mengapa.
Dan jika dia banyak usil nya, mainnya karena masih kecil maka dia tidak perlu dibawa ke Masjid.” (Lihat Al Mudawwanah 1/195)
Sehingga anak kecil yang disamping bapak-bapak ketika berjamaah di masjid ini tidak mengapa dan shafnya pun dianggap bersambung.
Kemudian jika shaf pertama telah penuh dan di shaf kedua hanya ada satu orang apakah perlu ada yang mundur ke belakang menemani yang sendirian tadi?
Jawabannya, tidak perlu! Dan sholat yang dibelakang sendirian dalam kondisi seperti ini tetap sah.
Sehingga jika ada banyak anak kecil yang hadir di masjid maka tidak perlu digeser ke belakang untuk diganti dengan bapak-bapak yang sudah lebih dewasa.
Dan jika anak anak kecil tadi bermain main maka shofnya terputus.
***
Sumberrejo, Rabu 11 rabiul awwal 1447 H/3 September 2025 M
Penulis : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A
Artikel : Meciangi.or.id






