أما بعد
Jama’ah sholat jumat رحمني و رحمكم الله
Berbicara masalah keutamaan bulan Ramadhan maka sangatlah banyak sekali.
Bahwasanya bulan Ramadhan adalah bulan yang diberkahi, bulan yang diturunkan padanya Al Qur’an, bulan yang terjadi di salah satu dari malam-malamnya laylatul Qodar, bulan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.
Bulan yang syariat mewajibkan kepada seluruh kaum muslimin yang mukallaf untuk menjalankan ibadah puasa.
Jama’ah sidang jumat رحمني و رحمكم الله
Dalam ibadah puasa tentunya kita semua mengetahui bahwa disana ada sahur dan berbuka. Namun 2 kegiatan itu bukan sekedar rutinitas semata. Kedua kegiatan itu bisa bernilai ibadah apabila kita meniatkan untuk Allah dan mengamalkan sunnah NabiNya.
Jama’ah sidang jumat رحمني و رحمكم الله
Berkaitan dengan sahur, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَسَحَّرُوا، فإنَّ في السُّحُورِ بَرَكَة
“Bersahurlah kalian sesungguhnya dalam sahur ada keberkahan” (Mutafaqun ‘alaihi).
Para ulama kita bersepakat bahwasanya sahur adalah termasuk dalam ibadah sunnah.
Lantas apakah makna barokah dalam ibadah sahur tersebut?
1. Bahwasanya sahur adalah kekhususan ummat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagaimana disebutkan dalam kitab المجالس الرمضانية karya syaikh عبد الرحمن بن عبد العزيز الدهامي
2. Sahur akan lebih menguatkan raga kita sehingga lebih tenang dan kuat untuk beribadah kepada Allah Ta’ala di siang hiang hari puasa. hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala:
يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ
Artinya : “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Al Baqarah 2:185)
3. Waktu sahur adalah waktu yang bersesuian dengan turunnya Allah Ta’ala ke langit dunia dan mengampuni dosa bagi yang memohon kemampuan dan pengabulan doa bagi yang meminta kepadaNya. Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surah Ali Imron ketika menceritakan tentang kebiasaa-kebiasaan calon penduduk surga diantara mereka adalah:
وَٱلْمُسْتَغْفِرِينَ بِٱلْأَسْحَارِ
Artinya : “… dan yang memohon ampun di waktu sahur”. Ali Imram 3:17).
Dan dalam Ayat yang lain Allah Ta’ala juga menyebutkan ciri-ciri orang-orang yang bertakwa:
كَانُوا۟ قَلِيلًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ● وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
Artinya : “Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu sahur.”
(Adz Dzaariyaat 51:17-18).
4. Dengan bangun makan sahur kita lebih bisa siap untuk menghadiri sholat subuh secara berjama’an dan tidak kesiangan. Karena yang paling sunnah yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu’alaihi ‘alaihi wa sallam adalah mengakhirkan sahur sehingga ada kedekatan waktu antara setelah makan dan azan subuh.
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم الله
Setelah kita berpuasa tentunya kita juga menjalani rutinitas berbuka. Yang kegitan ini bisa bernilai ibadah pula apabila kita niatnya untuk mengamalkan hadits-hadits dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam .
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
لا تزالُ أمتي بخَيْرٍ ما عَجَّلُوا الفِطْرَ
“Ummatku senantiasa berada dalam kebaikan selagi mereka menyegerakan untuk berbuka puasa”. (Muttafaqun ‘alaihi)
Dan dalam hadits riwayat Ahamad Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menambahkan:
لأنَّ اليهودَ والنَّصارى يُؤخِّرون
“Karena yahudi dan Nasrani itu Mengakhirkan berbuka puasa mereka”
( HR. Ahmad. 9810).
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم الله
Ternyata rahasia kenapa kita di perintahkan untuk menyegerakan berbuka adalah untuk menyelisihi orang-orang kafir.
Dan apabila kita memperhatikan hadits-hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam kita akan jumpai bahwasanya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan kita untuk menyelisihi orang-orang kafir bukan hanya dalam masalah ibadah namun juga dalam masah berpakaian dan masalah mode dan diseluruh kehidupan kita semuanya.
Dan tujuan dari hal itu semua adalah supaya agama ini tampak, supaya agama ini muncul dan tinggi di atas agama-agama selain islam.
Perhatikanlah firman Allah Ta’ala berikut dalam surat At-Taubah:
ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُشْرِكُونَ
Artinya ; “Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk (dimunculkan) dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (At Taubah 9:33)
Khutbah ke 2:
الحمد لله الذي جعلَ الصِّيامَ جُنَّة، فضلا منه وإحسانا ومِنَّة، وأشهد أن لا إلهَ إلا الله وحده لا شريك له، فتح للصائمين أبوابَ الجَنَّة، وأشهدُ أنَّ محمدا عبده ورسوله، بلغ الرسالة وأدَّى الأمانة ونصح الأمة، صلَّى الله وسلَّمَ وبارك عليه
وعلى آله وأصحابه، الذين جاهدوا في سبيله حتى انقشعتْ غيومُ الجهالة والعُمَّة، ومن تبعهم بإحسان وتمسك بالكتاب والسنة. أما بعد
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم الله
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda dalam Hadits yang agung dalam Bukhari dan Muslim:
مَن صامَ يَوْمًا في سَبيلِ اللَّهِ، بَعَّدَ اللَّهُ وجْهَهُ عَنِ النّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا.
“Barangsiapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh musim”. (HR. Bukhari :2840 Muslim: 1153).
Dalam hadits yang lain Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:
مَن صامَ رَمَضانَ، إيمانًا واحْتِسابًا، غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala kepada Allah. Niscaya Allah Ta’ala ampuni dosa-dosanya yang telah berlalu”
Dan dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:
الصوم جنة
“Puasa adalah Tameng”. (HR. Ahamd:9337).
Maksudnya kara para ulama adalah tameng dari api neraka.
Namun ketahuilah wahai Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم الله, kutamaan-keutamaan dan pahala yang sedemikian besar dan agung yang akan diperoleh bagi orang yang berpuasa dari hadits-hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam hanyalah untuk mereka yang tidak merusak pahala puasanya. Untuk mereka yang tidak menghanguskan pahala puasanya.
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم الله
Orang yang bermaksiat saat berpuasa berarti telang menghancurkan pahala puasanya. Orang yang mengghibah saudaranya saat puasa berarti telah mengurangi pahala puasanya. Orang yang mengadu domba orang lain menyakiti orang lain saat puasa berarti telah merusak pahala puasanya. Demikian pula orang yang meninggalkan sholat wajib dan melihat atau mendengar sesuatu yang diharamkan berarti telah memcoreng pahala puasanya.
Oleh karena itu ulama mengatakan:
إذا صمت فليصم سمعك و بصرك و لسانك
“Jika engkau berpuasa maka jadikanlah pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu juga ikut berpuasa” (كتاب المجالسالرمضانية ص.٦٣ )
Jama’ah kaum muslimin رحمنى و رحمكم الله
Kita senantiasa memohon kepada Allah ta’ala untuk memasukkan kita kedalam hamba-hamnaNya yang sholeh. Dan termasuk pula hamba-hamba Allah yang mampu menjaga kualitas ibadah puasa dengan baik. sehingga kita termasuk orang-orang yang dapat meraih pahala dan meraih keagungan fadhilahNya
هذا و صلوا و سلموا على البشير النذير و السراج المنير حيث أمركم بذلك العليم الخبير . فقال:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
اللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد و على آله و صحبه و التابعين و من تبعهم إلى يوم الدين.
اللهم إنا نسألك حسن الصيام و حسن الختام و لا تجعلنا من الخاسرين فى رمضان
اللهم وفقنا لاغتنام الخيرات فى هذه الأيام المباركة و ضاعف لنا فى الدرجات
اللهم إنا نسألك الجنة و نعوذ بك من النار
اللهم اغفر للمسلمين و المسلمات الأحياء منهم والأموات
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
و الحمد لله رب العالمين
عباد الله:
إن الله يأمركم بالعدل و الإحسان و إيتاء ذي القربى و ينهى عن الفحشاء و المنكر يعظكم لعلكم تذكرون فاذكوا الله العظيم يذكركم و اشكروا على نعمه يزدكم و اسألوا من فضله يعطكم و لذكر الله أكبر
و الله يعلم ما تصنعون
Oleh: Lis Mujiono , 4 Ramadhan 1445/ 14 Maret 2024
Artikel : Meciangi.or.id






