Di suatu daerah salat tarawih dilakukan berjamaah dan ada sekat antara laki-laki dan perempuan, ketika melewati ayat sajadah rupanya imam takbir untuk sujud, namun karena belum hafal dan kelalaian akhirnya jamaah perempuan semuanya rukuk.
Ketika imam takbir baru ngerti ternyata tadi imam bertakbir untuk sujud tilawah bukan rukuk.
Pertanyaannya :
1. Mana yang lebih tepat Ustadz apakah jamaah ketika dengar takbir, ikut imam berdiri (bangkit dari rukuk), atau justru segera sujud (meskipun imam sudah lanjutkan ayatnya)?
2. Apakah ada sujud sahwi untuk kesalahan seperti di atas Ustadz?
3. Kalau imam witir setelah rukuk, orang yang masbuk bagimana Ustadz?
Jawab :
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد
Makmum yang tidak sengaja salah atau menyelisihi imam ketika sholat ada dua kondisi, jika dia adalah makmum masbuq minimal ketinggalan satu rakaat maka dia wajib sujud sahwi.
Namun apabila dia tidak masbuq alias sholat bersama imam dari awal maka dia tidak perlu sujud sahwi, akan tetapi imam yang menanggung kesalahan makmumnya.
Ibnu Al Mundzir rahimahullah berkata :
أجمَعوا على أنْ ليس على مَن سها خَلْفَ الإمام سجودٌ، وانفرد مكحولٌ، وقال: عليه
“Semua telah ijma’ bahwa yang keliru di belakang imam tidak perlu sujud sahwi, dan makhul menyendiri dengan pendapat: dia wajib sujud sahwi.” (Lihat Al Ijma’ 40)
Hal ini berdasarkan hadits yang shahih dari riwayat Muawiyah bin Hakam As Sulami radhiyallahu anhu berkata :
بَيْنا أنَا أُصلِّي مع رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، إذ عَطَس رجلٌ من القوم، فقلتُ: يَرْحَمُك الله، فرماني القومُ بأبصارِهم، فقلتُ: واثُكْلَ أُمِّيَاهْ! ما شأنُكم؛ تنظرون إليَّ؟! فجعلوا يضربونَ بأيديهم على أفخاذِهم، فلمَّا رأيتُهم يُصمِّتونني لكنِّي سكتُّ
“Ketika aku salat bersama Rasulullah –ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam-, tiba-tiba salah seorang dari jamaah bersin, maka aku mengatakan, “Yarḥamukallāh (semoga Allah merahmatimu).” Maka orang-orang memandangiku dengan mata mereka. Aku berkata, “Ibuku kehilangan anaknya, kenapa kalian memandangiku?” Mereka memukul-mukulkan tangan ke paha. Ketika aku mengerti mereka menyuruhku diam, maka aku hanya diam.” (HR. Muslim 537)
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak menyuruh Muawiyah bin Hakam untuk sujud sahwi atas kesalahannya dalam sholat. (Lihat Mughni Muhtajm 1/210)
Sehingga dalam kasus pertanyaan di atas maka jawabannya adalah jika makmum ruku padahal imam sedang sujud tilawah maka makmum segera berdiri dan tidak perlu sujud sahwi karena kesalahan dia sudah ditanggung oleh imam.
Begitu pula jika dia sujud tilawah karena imam baca ayat sajadah dan ternyata imam cuma ruku maka dia segera bangkit untuk kemudian rukuk, dan dia tidak perlu sujud sahwi.
Syeikh bin Baz rahimahullah berkata :
على من ركع والإمام ساجد للتلاوة ولم يعلم إلا بعد الرفع أن يتابعه في بقية الصلاة ولا شيء عليه؛ لعدم علمه بما فعله الإمام
“Makmum yang ruku padahal imam sedang sujud tilawah dan dia tidak tahu kecuali setelah imam bangkit maka dia mengikuti imam di sisanya sholatnya dan dia tidak ada masalah sama sekali karena dia memang tidak tahu dengan apa yang dilakukan imam.
وهكذا لو ركع الإمام وظنه المأموم ساجدا فإنه يرفع فإذا استتم قائما يركع ثم يرفع ثم يتبع إمامه في بقية الصلاة، ولا شيء عليه، لكونه لم يتعمد مخالفته وإنما جهل الواقع
Dan begitu pula jika imam ruku dan makmum mengira sujud tilawah maka makmum segera bangkit, jika sudah berdiri maka rukuk kemudian bangkit kemudian mengikuti imam di sisa sholat nya, dan dia tidak dosa sama sekali, karena tidak kesenjangan menyelisihi imam akan tetapi dia hanya tidak tahu yang sebenarnya terjadi seperti apa.” (Lihat Majmu Fatawa bin Baz 30/169)
Namun jika makmum terlanjur sujud tilawah sedangkan imam hanya rukuk dan tidak sempat berdiri alias ketinggalan rukuk maka di sini dia telah meninggalkan salah satu rukun, maka dia menambah satu rakaat setelah imam usai tanpa perlu sujud sahwi.
Syeikh bin Baz rahimahullah berkata :
أما إذا نسيت ركنًا لا بد منه، ما سجدتي، لا بد من السجود، فإذا تركت سجدة من ركعة؛ تقومين إذا سلم تأتي بركعة كاملة، أو نسيت الركوع، ما ركعت مع الإمام نسيانًا، إذا سلم الإمام تأتي بركعة كاملة؛ لأن الركوع، والسجود ركنان لابد منهم
“Jika kamu lupa satu rukun yang harus dikerjakan, anda tidak sujud maka anda berdiri setelah imam usai nambah satu rakaat lagi.
Atau anda lupa ruku anda tidak sempat ruku bareng imam, maka jika imam salam anda nambah satu rakaat karena ruku dan sujud keduanya rukun yang wajib dikerjakan.” (Lihat Fatawa bin Baz 14819)
***
Sumberrejo, Rabu 19 Ramadhan 1446 H/19 Maret 2025 M
Dijawab oleh : Ustadz Muhammad Yusuf Rustam, Lc., M.A.
Artikel : Meciangi.or.id






